Gunung Merapi Disinyalir Memiliki Dua Titik Kubah Lava, Salah Satunya Belum Bisa Teridentifikasi
Citra satelit BPPTKG Yogyakarta mengonfirmasi keberadaan gundukan yang diduga adalah material baru Gunung Merapi
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi mulai memasuki fase erupsi baru, yakni erupsi 2021 sejak 4 Januari 2021.
Hal itu ditandai dengan teramatinya api diam dan lava pijar yang muncul di dasar Lava1997.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, menyebutkan seiring dengan hal tersebut, citra satelit BPPTKG mengonfirmasi keberadaan gundukan yang diduga adalah material baru.
"Gundukan diduga adalah material baru. Sebagian mengalami longsor bersama material lama," ujar Hanik belum lama ini.
Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Menurun, BPPTKG: Masyarakat di Luar Daerah Bahaya Bisa Kembali ke Rumah
Baca juga: UPDATE Gunung Merapi, Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Jarak Luncur 1,5 Kilometer
Ia menjelaskan, hingga kini, gundukan tersebut terdapat di dua tempat.
Yakni, gundukan yang ada di pinggir bibir atau lereng Lava1997 dan gundukan lainnya yang terlihat di tengah kawah.
"Gundukan ada di pinggir bibir/lereng Lava1997. Gundukan juga terlihat di tengah kawah. Namun, yang berkembang saat ini adalah yang di sisi Lava1997," tuturnya.
Terpisah, Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso, mengungkapkan, gundukan berupa kubah lava baru yang disinyalir dari citra satelit di kawah itu sampai saat ini baru dapat teridentifikasi satu di antaranya, yakni yang berada di lereng Lava1997.

Adapun kubah lava yang berada di bagian tengah kawah belum berhasil teramati.
Meskipun demikian, ada indikasi bahwa ada aktivitas vulkanik di sana.
Hal itu ditandai dengan teramatinya asap dari tengah kawah yang cukup tebal dengan tekanan dan intensitas yang tinggi.
"Dari Deles kubah lava yang disinyalir dari citra satelit di kawah ini belum terlihat. Tapi ada indikasi bahwa ada aktivitas vulkanik di situ. Yang mana beberapa waktu lalu asap dari tengah kawah cukup tebal dengan tekanan dan intensitas yang tinggi," papar Agus dalam Siaran Informasi BPPTKG, Sabtu (16/1/2021).
Baca juga: BPPTKG : Deformasi Gunung Merapi Mengecil hingga 6 Cm/Hari
Baca juga: Kubah Lava Baru 2021 Gunung Merapi Tumbuh Sekitar 8.500 m3 Per Hari
Ia melanjutkan, sudah beberapa kali pihaknya mencoba menerbangkan drone untuk melihat keberadaan kubah lava di bagian tengah kawah, namun terkendala kabut dan angin.
Meskipun demikian, ia pun menyangsikan adanya kubah lava di tengah kawah tersebut karena sejak 4 Januari 2021 hingga kini, perubahan morfologi belum terlihat dari Deles.
