Gunung Merapi Disinyalir Memiliki Dua Titik Kubah Lava, Salah Satunya Belum Bisa Teridentifikasi

Citra satelit BPPTKG Yogyakarta mengonfirmasi keberadaan gundukan yang diduga adalah material baru Gunung Merapi

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
KUBAH BARU - Kubah lava 2021 terlihat bertengger di atas sisa kubah lava 1997 yang runtuh beberapa bulan lalu. Dari sekitar gundukan lava berwarna hitam (jika malam merah seperti bara), guguran material terus berlangsung hingga Selasa (11/1/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi mulai memasuki fase erupsi baru, yakni erupsi 2021 sejak 4 Januari 2021.

Hal itu ditandai dengan teramatinya api diam dan lava pijar yang muncul di dasar Lava1997.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, menyebutkan seiring dengan hal tersebut, citra satelit BPPTKG mengonfirmasi keberadaan gundukan yang diduga adalah material baru.

"Gundukan diduga adalah material baru. Sebagian mengalami longsor bersama material lama," ujar Hanik belum lama ini. 

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Menurun, BPPTKG: Masyarakat di Luar Daerah Bahaya Bisa Kembali ke Rumah

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi, Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Ia menjelaskan, hingga kini, gundukan tersebut terdapat di dua tempat.

Yakni, gundukan yang ada di pinggir bibir atau lereng Lava1997 dan gundukan lainnya yang terlihat di tengah kawah.

"Gundukan ada di pinggir bibir/lereng Lava1997. Gundukan juga terlihat di tengah kawah. Namun, yang berkembang saat ini adalah yang di sisi Lava1997," tuturnya.

Terpisah, Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso, mengungkapkan, gundukan berupa kubah lava baru yang disinyalir dari citra satelit di kawah itu sampai saat ini baru dapat teridentifikasi satu di antaranya, yakni yang berada di lereng Lava1997. 

Kubah Lava Baru 2021
Kubah Lava Baru 2021 (TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo)

Adapun kubah lava yang berada di bagian tengah kawah belum berhasil teramati. 

Meskipun demikian, ada indikasi bahwa ada aktivitas vulkanik di sana.

Hal itu ditandai dengan teramatinya asap dari tengah kawah yang cukup tebal dengan tekanan dan intensitas yang tinggi. 

"Dari Deles kubah lava yang disinyalir dari citra satelit di kawah ini belum terlihat. Tapi ada indikasi bahwa ada aktivitas vulkanik di situ. Yang mana beberapa waktu lalu asap dari tengah kawah cukup tebal dengan tekanan dan intensitas yang tinggi," papar Agus dalam Siaran Informasi BPPTKG, Sabtu (16/1/2021). 

Baca juga: BPPTKG : Deformasi Gunung Merapi Mengecil hingga 6 Cm/Hari

Baca juga: Kubah Lava Baru 2021 Gunung Merapi Tumbuh Sekitar 8.500 m3 Per Hari

Ia melanjutkan, sudah beberapa kali pihaknya mencoba menerbangkan drone untuk melihat keberadaan kubah lava di bagian tengah kawah, namun terkendala kabut dan angin. 

Meskipun demikian, ia pun menyangsikan adanya kubah lava di tengah kawah tersebut karena sejak 4 Januari 2021 hingga kini, perubahan morfologi belum terlihat dari Deles. 

Foto awan lenticularis di atas puncak Gunung Merapi dari akun Twitter TRC BPBD DIY, Kamis (14/1/2021) malam.
Foto awan lenticularis di atas puncak Gunung Merapi dari akun Twitter TRC BPBD DIY, Kamis (14/1/2021) malam. (Istimewa)
Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved