Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

Aktivitas Gunung Merapi Menurun, BPPTKG: Masyarakat di Luar Daerah Bahaya Bisa Kembali ke Rumah

Meskipun demikian, dalam beberapa hari terakhir, aktivitas seismik, deformasi, dan gas Gunung Merapi menurun secara signifikan. 

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
KUBAH BARU - Kubah lava 2021 terlihat bertengger di atas sisa kubah lava 1997 yang runtuh beberapa bulan lalu. Dari sekitar gundukan lava berwarna hitam (jika malam merah seperti bara), guguran material terus berlangsung hingga Selasa (11/1/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi saat ini masih menunjukkan aktivitas yang tinggi, terutama terkait aktivitas guguran pasca dimulainya fase erupsi 2021 sejak 4 Januari 2021.

Meskipun demikian, dalam beberapa hari terakhir, aktivitas seismik, deformasi, dan gas Gunung Merapi menurun secara signifikan. 

Dengan demikian, per Jumat (15/1/2021) pun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) secara resmi telah mengubah rekomendasi daerah bahaya Gunung Merapi. 

Baca juga: UPDATE 16 Januari: Rekor Lagi, Kasus Baru COVID-19 Hari Ini Tambah 14.224 Total Jadi 896.642 Orang

Baca juga: Liverpool Vs Man United, Begini Candaan Sir Alex Ferguson

"Ada penurunan aktivitas seismik atau kegempaan dan deformasi yang cukup drastis," ujar Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso dalam Siaran Informasi BPPTKG, Sabtu (16/1/2021). 

Agus menyebutkan, pada 1 Januari sampai dengan 7 Januari 2021 terjadi aktivitas kegempaan antara lain 541 VTB, 2.270 MP, 611 RF, 4 LF, 628 DG. Sementara, deformasi 15 cm/hari.

Sedangkan, pada 8 Januari sampai 14 Januari 2021 aktivitas kegempaan menurun menjadi 206 VTB, 794 MP, 1.044 RF, 0 LF, dan 171 DG. Adapun deformasi menjadi 6 cm/hari.

"Namun, guguran tetap tinggi karena memang sedang erupsi," imbuhnya. 

Agus menambahkan, kegempaan internal Gunung Merapi saat ini rata-rata 27 kali per hari. \

Sementara, sebelumnya sampai ratusan kali per hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved