Kabupaten Sleman
Dinkes Sleman : Meski Terima Vaksin, Protokol Kesehatan Harus Tetap Dijalankan
Agar vaksin dapat bekerja efektif, harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Beberapa tokoh formal seperti Bupati Sleman, Sri Purnomo, Kapolres Sleman, AKBP Anton Firmanto, dan Dandim 0732 Sleman, Letkol Inf Arief Wicaksana telah mendapat vaksin COVID-19, Kamis (14/01/2021).
Ada pula tokoh informal yang turut mendapat vaksin COVID-19, yaitu Dokter Tirta Mandira Hudi atau Dokter Tirta.
Selain para tokoh tersebut, sejumlah sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Kabupaten Sleman juga menerima vaksin putaran pertama.
Meski sudah menerima vaksin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengingatkan agar tetap menjaga protokol kesehatan.
Baca juga: Vaksinasi 12.380 SDM Kesehatan, Dinkes Sleman Optimis Rampung Lima Hari
Selain vaksinasi harus dilakukan dua kali tahapan dengan jeda dua Minggu, belum semua masyarakat menerima vaksin.
"Vaksin kan harus dilakukan dalam dua tahapan. Meskipun sudah disuntik dua kali tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Masalahnya kan belum seluruh penduduk divaksin. Jadi herd immunity belum terbentuk,"katanya, Kamis (14/01/2021).
Menurut dia, agar vaksin dapat bekerja efektif harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan.
Paling tidak hingga 70 persen masyarakat menerima vaksin COVID-19.
"Jadi saling menguatkan, antara penerapan protokol kesehatan dengan vaksinasi COVID-19," lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengajak masyarakat untuk tidak takut divaksin.
Sebagai yang pertama menerima vaksin di Kabupaten Sleman, ia menyebut vaksinasi tidak sakit.
Baca juga: Ikut Vaksinasi Covid-19 di Sleman, Dokter Tirta Pastikan Vaksin Yang Diterima sama dengan Presiden
Bahkan tidak ada efek samping setelah penyuntikan vaksin COVID-19.
"Rasanya seperti digigit semut, clekit. Ya sama kayak waktu kecil. Setelah divaksin, istirahat 30 menit dan tidak ada reaksi apa-apa. Tidak gatal-gatal, pegel-pegel juga tidak, rasanya ya seperti biasa," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak takut mendapat vaksin COVID-19.
Selain sudah mendapat izin edar dari BPOM RI, vaksin juga sudah dinyatakan halal oleh MUI.
"Nanti vaksin ini akan didistribusikan ke masyarakat juga. Paling tidak 70 persen masyarakat bisa mendapat vaksin. Tidak perlu takut, tidak terasa. Izin dari BPOM RI sudah terbit, MUI juga menyatakan halal, jadi tidak perlu diragukan lagi," terangnya. ( Tribunjogja.com )