Kabupaten Sleman
Dua Jalur Evakuasi Girikerto Minim Penerangan, Ini Langkah Pemkab Sleman
Jalur evakuasi di Girikerto, Kapanewon Turi masih minim penerangan. Total, ada dua jalur evakuasi yang belum ada penerangan.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jalur evakuasi di Girikerto, Kapanewon Turi masih minim penerangan. Total, ada dua jalur evakuasi yang belum ada penerangan.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Arip Pramana mengatakan panjang jalur yang tidak ada penerangan adalah 500 meter dan 600 meter.
Ia menyebut jalur gelap karena tidak ada jaringan listrik terdekat.
"Kalau tidak ada jaringannya, kami mau narik dari mana. Sudah ada usul buat pakai solar sel, tetapi susah juga karena tempatnya rimbun. Harusnya (ruangan) terbuka memang masih jadi pekerjaan rumah kita,"katanya, Rabu (13/01/2021).
Pihaknya akan segera mengusulkan ke Kementrian ESDM sehingga membutuhkan proses.
Baca juga: Pantau Barak Pengungsian Gunung Merapi, Bupati Sleman Temukan Jalur Evakuasi Rusak, Begini Responnya
Baca juga: BPBD DIY Pastikan 12 Barak Pengungsian Siap Tampung Pengungsi Merapi
"Ada listrik, tetapi tegangan tinggi di atas 220 volt. Jadi tidak bisa digunakan jalan umum. Paling tidak ya 220an,"sambungnya.
Selain Girikerto, Dishub Kabupaten Sleman bakal menambah penerangan di Glagaharjo. Ada sekitar 8 hingga 9 titik yang akan ditambahkan.
Sementara itu, Lurah Glagaharjo, Suroto menambahkan jalur yang akan ditambah tiang berada di kampung Glagahmalang, Ngancar, dan Gading.
Jalur tersebut memang jalur evakuasi utama, namun tertutup tertutup material.
"Karena memang awalnya tidak ada penerangan, kemudian kami usulkan. Sudah dipasang, tetapi masing kurang, kami usulkan lagi. Besok akan dipasang empat tiang dulu,"tambahnya. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)