Breaking News:

Kabupaten Gunungkidul

Bupati Gunungkidul Minta Warga Tak Gelar Hajatan Selaman Pelaksanaan PSTKM

Bupati Gunungkidul Badingah meminta warganya tidak perlu menggelar resepsi atau hajatan di masa PSTKM.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Bupati Gunungkidul Badingah dijumpai di Rumah Dinas Bupati, Jumat (02/10/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Selama pemberlakuan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM), berbagai aktivitas sosial-budaya di Gunungkidul dibatasi. Kegiatan itu termasuk hajatan hingga acara kesenian.

Bupati Gunungkidul Badingah meminta warganya tidak perlu menggelar resepsi atau hajatan di masa PSTKM. Sebab nantinya rentan tercipta kerumunan sehingga berpotensi penularan covid-19.

"Seandainya ada yang mau nikah cukup akad saja, tidak perlu dengan resepsi," kata Badingah, Selasa (12/01/2021).

Bupati Gunungkidul pun sudah mengeluarkan instruksi bupati yang mengatur tentang larangan kegiatan sosial budaya yang melibatkan massa dalam jumlah yang banyak, mulai dari pertemuan, hajatan, pentas olahraga, hiburan, akademik, budaya, dan lainnya.

Badingah pun meminta warganya benar-benar mematuhi aturan tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS : Gagal Serentak 14 Januari, Vaksinasi COVID-19 di Gunungkidul Diundur Februari

Baca juga: BREAKING NEWS : UPDATE Covid-19 DIY, Hari Ini Tambah 268 Kasus Baru, Bantul Penyumbang Terbanyak

Pasalnya kepatuhan tersebut akan sangat menentukan hasil dari penerapan PSTKM sejak 11 hingga 25 Januari mendatang.

"Kan cuma selama dua minggu, jadi saya harap warga bersabar agar situasi ke depan bisa lebih baik dan aman," ujarnya.

Instruksi Bupati langsung diikuti oleh pemerintah tingkat kapanewon. Salah satunya Kapanewon Wonosari lewat Surat Edaran ke seluruh Lurah.

Lewat edaran itu, Panewu Wonosari Siswanto menyatakan seluruh izin hajatan yang sudah dikeluarkan olehnya dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Izin hajatan itu berada di rentang 11-25 Januari 2021.

"Kami minta seluruh Lurah menyampaikan hal ini pada warga yang sedianya melaksanakan hajatan di tanggal tersebut," kata Siswanto.

Adanya edaran ini juga dibenarkan Lurah Kepek Bambang Setyawan. Ia mengatakan informasi tersebut langsung diteruskan pada warga begitu diterima dari Panewu.

Bambang menyatakan pihaknya akan mematuhi instruksi yang diberikan. Termasuk memantau kepatuhan warga dalam menyikapi aturan PSTKM.

"Pastinya kami yang di kalurahan menyesuaikan saja dengan perintah yang ada," katanya. (Tribunjogja/Alexander Ermando)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved