Kuliner
Mencicipi Serabi Kocor di Pinggir Jalan Bantul Km 6 yang Sudah Ada Sejak 1998
Jika ingin mencicipi serabi kocor khas Bantul ini, bisa juga melakukan pencarian "Serabi Kocor Ngadinem" di platform Google Maps.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
"Mau kerja apa lagi kalau enggak ini? Ikut orang sudah capai," tuturnya.
Setiap hari, ia dan sang adik berjualan mulai pukul 15.00-20.30 WIB.
Tergantung kapan adonan serabi seberat 4 kg yang mereka buat setiap hari habis dibeli pelanggan.
Baca juga: Serabi Kocor, Makanan Legendaris yang Masih Eksis
Saat pandemi melanda di masa-masa awal, seringkali ia dapati jualannya tak habis, bahkan setelah bertahan sampai pukul 21.30 WIB.
"Pas rame habis, pas sepi ya enggak," ungkapnya yang tinggal bersama tujuh orang anak, menantu, dan cucu.
Selain serabi kocor, Ngadinem juga berjualan bajigur dan peyek kayang.
Menurutnya, pelanggan serabinya banyak juga yang berasal dari luar kota.
"Dari Jakarta ada kalau pada mudik itu ke sini," bebernya.
Jika ingin mencicipi serabi kocor khas Bantul ini, bisa juga melakukan pencarian "Serabi Kocor Ngadinem" di platform Google Maps. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mencicipi-serabi-kocor-di-pinggir-jalan-bantul-km-6-yang-sudah-ada-sejak-1998.jpg)