Kabupaten Sleman

Sebanyak 25 Warga Purwomartani Terima Ganti Untung Tol Yogya-Solo

Untuk pembayaran ganti untung di kalurahan lain, masih akan dilakukan verifikasi dan validasi, serta penghitungan appraisal.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Humas Pemkab Sleman
Warga Purwomartani, Kalasan, Sleman terdampak pembangunan tol Jogja-Solo menerima pembayaran ganti untung di Kalurahan Purwomartani, Jumat (08/01/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 25 warga Kalurahan Purwomartani mendapat pembayaran ganti untung Tol Yogya-Solo.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno mengatakan belum semua warga Kalurahan Purwomartani terdampak tol menerima ganti untung.

"Sesuai dengan perencanaan, dilakukan pembayaran ganti untung pembebasan lahan tahap pertama. Ada 25 orang, bagian dari 294 yang ada di Purwomartani. Yang sudah menerima ganti untung ini artinya mereka sudah clean and clear ,"katanya, Jumat (08/01/2021).

Ia mengungkapkan warga yang menerima ganti untung dipastikan menerima pembayaran yang sesuai.

Baca juga: BPN DIY Selesaikan Pendataan Tahap II Empat Desa di Sleman yang Terdampak Tol Yogya-Solo

Luasan bidang yang paling sedikit adalah 33 meter persegi, dengan ganti untung Rp73.907.871.

Sedangkan ganti untung yang paling besar adalah Rp2.077.796.002, dengan luas bidang 500 meter persegi.

Terkait pembayaran, pihaknya menjadwalkan pada Januari hingga April 2021, dengan anggara 2020.

Sedangkan untuk pembayaran ganti untung di kalurahan lain, secara paralel pihaknya akan segera melakukan verifikasi dan validasi, serta penghitungan appraisal.

"Ini membuktikan bahwa pembayaran ganti untung memang disesuikan dengan kondisi di lapangan. Makanya penting sekali validasi masyarakat. Harapannya warga terdampak bisa memberikan informasi yang utuh dan lengkap, sehingga membantu kami ketika validasi dan menghitung appraisal," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Pengadaan Tanah Kanwil BPN DIY, Suhendro menerangkan awalnya ada 50 bidang tanah yang diusulkan.

Baca juga: Melintasi Masjid Pathok Negoro Mlangi, Trase Jalan Tol Yogyakarta-Cilacap Digeser 100 Meter

Namun saat dilakukan validasi ulang oleh Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN), hanya 25 bidang saja yang memenuhi syarat.

"Untuk sisanya dalam proses pelengkapan data dan dalam waktu dekat akan disampaikan ke LMAN, agar segera dibayarkan ganti untungnya," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, PPK Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Kementrian PUPR, Totok Wijayanto berharap dengan pembayaran ganti untung tahap pertama, pengerjaan fisik tol Jogja-Solo bisa segera selesai.

"Akhir Januari sampai Februari, 294 bisang bisa terealisasi, sehingga pekerjaan fisik dari seksi satu, Kartasura sampai Purwomartani bisa diselesaikan. Mudah-mudahan lancar, tidak ada kendala, sehingga oengadaan lahan selesai 2021, pengerjaan fisik 2022-2023, dan 2024 bisa digunakan,"tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved