Kabupaten Sleman
Bupati Sleman Minta Uang Ganti Untung Tol Digunakan untuk Membeli Tanah
Sebanyak 25 warga Kalurahan Purwomartani, Kalasan terdampak Tol Yogya-Solo menerima pembayaran ganti untung.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 25 warga Kalurahan Purwomartani, Kalasan terdampak Tol Yogya-Solo menerima pembayaran ganti untung.
Bupati Sleman, Sri Purnomo mengingatkan penerima ganti untung untuk bijaksana dalam mengelola pembayaran tersebut.
"Silakan uangnya (ganti untung) dimanfaatkan betul-betul. Uang sudah di rekening bank nasional, jangan sampai gampang untuk mengambil, kalau belum butuh sekali," katanya pada saat penyerahan ganti untung di Kalurahan Purwomartani, Jumat (08/01/2021).
Ia berharap pembayaran ganti untung bisa digunakan untuk membeli tanah.
Baca juga: Pembayaran Ganti Untung Proyek Tol Yogya-Solo di Purwomartani Sleman, Ada Warga Terima Rp2 Miliar
Namun jika tidak dimanfaatkan untuk membeli tanah, harus dimanfaatkan untuk kebutuhan yang penting atau ditabung.
"Yang 25 ini (menerima ganti untung), hanya sebagian dari ratusan. Ada yang persyaratan masih kurang, bisa segera dilengkapi. Kalurahan juga bantu untuk mengurus persyaratan,"ujarnya.
Seorang penerima ganti untung, Suparmadi (39) merasa bersyukur mendapat ganti untung. Setelah proses satu tahun, akhirnya ada kepastian besaran ganti untung.
Warga Temanggal II, Purwomrtani, Kalasan tersebut menerima ganti untung sekitar Rp3 miliar.
Ada dua bidang tanah yang memenuhi syarat dan akhirnya mendapat ganti untung.
Satu bidang tanah memiliki luas 277 meter persegi, dan satu bidang lainnya seluas 439 meter persegi.
"Senang, bersyukur, karena proses berjalan satu tahun, dan bisa cair. Akhirnya ada kepastian, kami bisa cari tanah pengganti. Kalau tidak ada kepastian tentu akan menyulitkan kami dalam mencari tanah pengganti, jadi kami sangat bersyukur,"terangnya.
Baca juga: Sebanyak 25 Warga Purwomartani Terima Ganti Untung Tol Yogya-Solo
Rencananya ia akan mengganti tanah pengganti yang tidak jauh dari Purwomartani. Sebab sudah ada ikatan sosial dengan masyarakat, sehingga tidak perlu adaptasi.
"(Pembayaran ganti untung) Akan digunakan untuk lahan pengganti. Dua bidang yang terdampak adalah rumah dan tempat usaha, jadi nanti untuk tempat tinggal dan untuk usaha, dan mungkin perluasan usaha,"tambahnya.
Menurut dia, pembayaran ganti untung sudah sesuai.
Dengan begitu pembayaran ganti untung dapat digunakan untuk mencari lahan pengganti.
Namun memang diperlukan kecermatan dalam memilih lahan, sebab ada kenaikan harga tanah meskipun tidak signifikan. ( Tribunjogja.com )