Breaking News:

IBL 2021 Terapkan Sistem Gelembung, David Singleton Sudah Punya Pengalaman di Kanada

Pelatih Bank BPD DIY Bima Perkasa, David Singleton berharap pemainnya tak akan mengalami kendala sehingga cepat beradaptasi

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Kurniatul Hidayah
(Dok Bima Perkasa)
Bank BPD DIY Bima Perkasa berlatih intensif menyongsong IBL 2021 di bawah arahan pelatih asal Amerika Serikat, David Singleton (dua kiri) di GOR Klebengan, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pelatih Bank BPD DIY Bima Perkasa, David Singleton berharap pemainnya tak akan mengalami kendala sehingga cepat beradaptasi dengan penerapan sistem gelembung yang nantinya akan diterapkan pada Indonesian Basketball League (IBL) 2021.

Diakui pelatih asal Amerika Serikat tersebut, menjalani kegiatan dalam batasan ruang yang telah ditentukan tentu akan menjadi hal yang sangat membosankan untuk para pemain.

Hal itu pula yang nantinya akan dihadapi oleh semua pelatih, yakni berupaya menjaga mood pemain tetap bagus di tengah bergulirnya kompetisi dalam sistem gelembung.

Baca juga: David Singleton Percaya Diri dengan Amunisi yang Dimiliki Bank BPD DIY Bima Perkasa

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Dimulai Akhir Januari 2021, Ditargetkan Selesai Dalam 15 Bulan

"Hal baiknya, saya memiliki pengalaman dengan sistem gelembung sewaktu di Kanada (The Canadian Elite Basketball League-red). Jadi saya agak memahami aspek mentalnya, ketika semua tim berada di satu hotel yang sama," ujar David Singleton, Minggu (3/1/2021).

"Kami bertemu satu sama lain ketika sedang makan, bertemu sepanjang waktu. Harus jauh dari keluarga, dari teman, sedikit kebebasan direnggut karena anda benar-benar tidak bisa bergerak atau pergi keluar seperti biasanya," tambahnya.

Lebih lanjut ia berharap, operator kompetisi juga turut memperhatikan berbagai hal yang nantinya perlu disiapkan di hotel tempat pemain akan ditempatkan.

"Menurut saya, IBL membantu dengan berbagai hal yang harus dilakukan di hotel seperti menyiapkan beberapa game, makanan yang bervariasi, tukang cukur untuk pemain," ujar David.

Sekadar informasi, IBL 2021 yang rencananya akan digulirkan 15 Januari 2020 di Mahaka Square Arena Kelapa Gading, Jakarta Utara akan menerapkan sistem gelembung atau bubble.

Baca juga: Disdikpora Gunungkidul Belum Putuskan Belajar Tatap Muka di Awal 2021

Baca juga: Wakil Dekan FKH UGM Sebut Swasembada Sapi di Indonesia Belum Optimal

Ini sudah diterapkan oleh kompetisi basket Amerika Serikat (NBA), yang tetap menggulirkan kompetisi di tengah pandemi.

Nantinya, seluruh pemain, ofisial, hingga manajemen IBL, wajib berada di zona yang ditentukan.

IBL juga dengan sigap, menyiapkan ruangan khusus untuk isolasi mandiri, apabila ditemukan kasus Covid-19.

Jika ada klub, baik pemain atau pelatih, yang tidak mematuhi protokol kesehatan selama IBL berjalan, operator kompetisi tak segan memberikan sanksi. (Han)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved