Breaking News:

Status Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi Kabupaten Magelang Diperpanjang Sampai 15 Januari

Pemerintah Kabupaten Magelang memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi dari Jumat (1/1/2021), berlangsung selama 15 hari

TRIBUNJOGJA/ Rendika Ferri
Bupati Magelang, Zaenal Arifin 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten Magelang memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi dari Jumat (1/1/2021), berlangsung selama 15 hari ke depan, berakhir pada Jumat (15/1/2021) mendatang.

Hal ini dilakukan atas rekomendasi dari BPPTKG di mana status Gunung Merapi yang masih Siaga (Level 3).

Perpanjangan status tanggap darurat bencana Gunung Merapi ini sesuai Keputusan Bupati Magelang Nomor 180/182/444/KEP/46/2020.

Baca juga: TURUN DRASTIS, DLH Kota Yogyakarta Sebut Sampah Sisa Malam Tahun Baru Kali Ini Berkurang

Baca juga: Bursa Transfer Liga Inggris : Requilon Yakin Ramos Bertahan di Madrid, Tak Mungkin Gabung Spurs

Bupati Magelang, Zaenal Arifin, mengatakan, perpanjangan status tanggap darurat ini menimbang rekomendasi dari BPPTKG di mana Gunung Merapi saat ini masih berstatus Siaga atau Level 3.

“Atas dasar itu, Pemkab Magelang memperpanjang kembali status tanggap darurat mulai tanggal 1 Januari besok sampai dengan 15 Januari. Ini (perpanjangan) sambil menunggu perkembangan dari BPPTKG,” ujarnya, Jumat (1/1/2021). 

Zaenal memperpanjang status tanggap darurat Merapi ini bukan tanpa alasan.

Sesuai rekomendasi dari BPPTKG terkait Gunung Merapi dengan aktivitas yang masih meningkat, sehingga butuh upaya strategis untuk melindungi masyarakat.

Baca juga: Gerbang Kalpataru Menuju Kawasan Super Prioritas Borobudur Magelang Akan Segera Dibangun

Baca juga: Sebanyak 148 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecalakaan Lalu Lintas di Klaten Sepanjang Tahun 2020

“Kita mengambil itu (perpanjangan status tanggap darurat), tentunya mempertimbangkan BPPTKG, kita akan ikuti dalam rangka untuk melindungi masyarakat kita,” tuturnya.

Sementara status tanggap darurat ini ditetapkan, Pemkab Magelang melakukan berbagai upaya antisipasi.

Pemkab menyediakan tempat-tempat pengungsian yang representatif dan memfasilitasi segala kebutuhan warga dari daerah rekomendasi rawan bencana Merapi, selama tinggal di tempat pengungsian.

Saat ini sendiri masih ada sekitar 239 jiwa di dua titik lokasi pengungsian. Mereka dari Desa Paten yang terdiri dari Dusun Babadan 2, sebanyak 120 jiwa di Gedung TEA Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan. Desa Krinjing yang terdiri dari Dusun Trono (24 jiwa), Desa Pugeran (42 jiwa) dan Dusun Trayem (53 jiwa) di Gedung Balai Desa Deyangan. Kecamatan Mertoyudan. (rfk)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved