Gerbang 'Kalpataru' Menuju Kawasan Super Prioritas Borobudur Magelang Akan Segera Dibangun
Gerbang menuju Kawasan Borobudur di Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang akan segera dibangun.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Gerbang menuju Kawasan Borobudur di Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang akan segera dibangun.
Gerbang yang rencananya dengan ikon Kalpataru ini memanfaatkan lahan di sekitar simpang Blondo, termasuk salah satu bangunan sekolah dasar di sana yang akan dipindah.
Bupati Magelang, Zaenal Arifin, mengatakan, adanya penetapan destinasi super prioritas di Kabupaten Magelang, maka penataan akan dilaksanakan.
Penataan pintu-pintu gerbang yang akan dibangun masuk, salah satu yang akan dibangun adalah pintu gerbang Blondo.
Baca juga: Sebanyak 148 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecalakaan Lalu Lintas di Klaten Sepanjang Tahun 2020
Baca juga: Bursa Transfer Liga Inggris : MU Ingin Datangkan Gelandang Serang Aston Villa, Segini Harganya
"Akan ada banyak penataan. Salah satunya kita akan menata pintu-pintu gerbang yang masuk di wilayah Kabupaten Magelang. Ada beberapa pintu yang akan dilakukan perbaikan. Salah satunya pintu Blondo," tuturnya, Jumat (1/1/2021).
Gerbang Blondo akan memanfaatkan lahan di sekitar simpang tiga Blondo.
Salah satu lahan yang akan digunakan adalah fasilitas sekolah dasar, SD Negeri Blondo 1, Blondo, Kecamatan Mungkid.
Pemkab Magelang mengkomunikasikan dengan pihak sekolah dan pemerintah desa terkait rencana pembangunan gerbang ini.
Para siswa dan segenap yang ada di sekolah akan difasilitasi ke tempat lain, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat tetap dilaksanakan.
"Kita sudah mengkomunikasikan, kita akan menggunakan salah satu fasilitas SD di sana. Kita sudah komunikasikan dengan pihak sekolah dan pihak pemerintah desa. Nanti akan ada penempatan bagi teman-teman yang sekolah di situ. Tetapi semua harapannya bisa berjalan semuanya. Jadi yang sekolah tetap bisa sekolah," ujarnya.
Anggaran untuk pembebasan lahan sendiri akan dialokasikan oleh pemerintah pusat.
Termasuk akses dari Mendut ke Borobudur.
"Kalau yang ini kita bekerja bersama. Kalau itu memakai tanah milik pemda, ya kita kerja bersama. Kalau itu pemdes ada penggantinya itu akan diberikan oleh pemerintah pusat. Memang beberapa pembebasan lahan yang ada di wilayah Borobudur kita mintakan ke pusat. Karena daerah tidak punya cukup banyak uang. Salah satunya yang Mendut ke Borobudur, kita mintakan ke pemerintah pusat. Alhamdulillah pempus memberikan. Untuk beli tanah karena sudah kehabisan uang," tambah Zaenal.
Sementara itu untuk gerbang masuk yang semula di Kembanglimus, rencananya akan digeser ke wilayah Salaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gerbang-masuk-menuju-kawasan-super-prioritas-borobudur-akan-segera-dibangun-2.jpg)