Breaking News:

Jawa

DPKPP Klaten Ungkap Temuan Virus ASF pada Hewan Ternak Babi di Wilayah Jogonalan November 2020

Terdapat babi milik peternak asal Kecamatan Jogonalan terserang virus African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Ilustrasi Berita Klaten 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Klaten melaporkan terdapat babi milik peternak asal Kecamatan Jogonalan terserang virus African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika.

Kepala DPKPP Klaten, Widiyanti mengatakan jika pihaknya telah melakukan pengecekan ke lapangan pada bulan November 2020 lalu dan hasil pengecekan itu baru keluar sekitar satu minggu belakangan.

"Terjadinya kematian ternak babi di daerah Jogonalan beberapa waktu lalu, telah dilakukan investigasi pada pertengahan bulan Nopember oleh DPKPP bersama Balai Besar Veteriner," ujarnya saat dihubungi Tribunjogja.com, Jumat (1/1/2021).

Ia mengatakan, dari hasil pengecekan di lapangan tersebut, pihaknya menemukan adanya babi yang positif terserang virus ASF tersebut.

Baca juga: Polres Klaten Telusuri Pelaku Pembuangan Bangkai Babi

Hanya saja, Widiyanti tidak merinci berapa ekor jumlah babi yang terserang virus itu.

"Hasilnya baru seminggu yang lalu kita terima bahwa penyebab kematiannya adalah positif ASF atau African Swine Fever," jelasnya.

Virus tersebut, kata dia, belum ada obatnya sehingga pihaknya hanya bisa melakukan biosecurity terhadap temuan kasus itu.

"Yang bisa dilakukan adalah dengan biosecurity yang ketat dengan disinfektasi, keluar masuk orang di kandang harus ketat dan tidak membeli ternak babi dari daerah wabah," tegasnya.

Ia menambahkan, untuk temuan kasus ASF di  Jogonalan, setelah diselidiki terdapat peternak yang membeli babi dari daerah wabah.

"Kejadian di Jogonalan, dulu sudah diselidiki ternyata ada peternak yang membeli dari daerah wabah. Ternak yang mati di peternak itu langsung dikubur tidak dibuang," paparnya.

Baca juga: Polres Klaten akan Tindak Tegas Warga yang Gelar Konvoi saat Malam Pergantian Tahun Baru

Kemudian, Widiyanti mengatakan untuk antisipasi merebaknya virus ASF di kalangan peternak babi, pihaknya melakukan komunikasi, informasi dan edukasi atau KIE kepada peternak.

"Untuk antipasi perkembangan ASF dilakukan KIE atau komunikasi, informasi dan edukasi pada peternak yang sejak bulan November sudah dilakukan di wilayah Jogonalan," urainya.

Disinggung terkait adanya temuan bangkai babi di Sungai Tibayan, Kecamatan Jatinom dan Kali Lunyu, Kecamatan Klaten Tengah dalam beberapa hari terakhir, Widiyanti memiliki dugaan tersendiri.

"Prediksi kami yang kejadian pembuangan ternak babi di sungai kemarin dari pedagang. Tapi untuk pedagang dari mana kami juga tidak tahu karena juga tidak punya bukti. Yang jelas kalau peternak sudah ditelusuri kalau ada yang mati itu langsung dikubur," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved