Breaking News:

UPDATE Gunung Merapi, Intensitas Gempa VTB dan DG Meningkat Minggu Ini

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi, sehingga status aktivitas masih dalam tingkat siaga. 

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Gaya Lufityanti
twitter BPPTKG
Kondisi Gunung Merapi pada Jumat (25/12/2020) yang dipantau via PGM Kaliurang pukul 06.00 WIB. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas kegempaan gunung merapi minggu ini (18-24/12/2020) terjadi peningkatan untuk gempa vulkanik dangkal (VTB) dan hembusan (DG). 

Kegempaan Gunung Merapi dalam minggu ini kegempaan tercatat 307 kali gempa Vulkanik
Dangkal (VTB), 1.587 kali gempa Fase Banyak (MP), 3 kali gempa Low Frekuensi (LF), 250 kali gempa Guguran (RF), 324 kali gempa Hembusan (DG), dan 7 kali gempa Tektonik (TT). 

Sementara itu, deformasi Gunung Merapi yang dipantau menggunakan electronic distance measurement (EDM) pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 11 cm/hari.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi, Terdengar 6 Guguran Lemah hingga Keras dalam Sehari

Secara visual, cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari, sedangkan siang hingga malam hari berkabut.

Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. 

"Tinggi asap maksimum 300 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada 22 Desember 2020 pukul 05.39 WIB," ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Senin (28/12/2020). 

Ia melanjutkan, guguran teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan dengan jarak luncur maksimal sejauh 1,5 km ke arah hulu Kali Sat di sektor barat pada 23 Desember pukul 16.54 WIB.

Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara pada 24 Desember terhadap  8 Desember 2020 menunjukkan adanya sedikit perubahan morfologi area puncak karena aktivitas guguran. 

Baca juga: Pemkab Klaten Kembali Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi Hingga 31 Desember 2020

Pada minggu ini, ungkap Hanik, terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 21 mm/jam selama 35 menit di Pos Kaliurang pada 18 Desember 2020. 

Kendati demikian, tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental di atas, Hanik menyampaikan, disimpulkan aktivitas vulkanik gunung merapi masih cukup tinggi, sehingga status aktivitas masih dalam tingkat siaga. 

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif, dan awan panas sejauh maksimal 5 km. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved