Breaking News:

Kota Yogyakarta

Soal Wacana Lockdown Malioboro pada Akhir Tahun, Ini Respon Pelaku Usaha

Kalangan pengusaha di kawasan Malioboro menyatakan tidak setuju dengan rencana penutupan Malioboro pada akhir tahun nanti.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com | Bramasto Adhy
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kalangan pengusaha di kawasan Malioboro menyatakan tidak setuju dengan rencana penutupan Malioboro pada akhir tahun nanti.

Pengusaha beranggapan, hendaknya pemerintah tetap membuka jantung kota Yogyakarta itu seperti sedia kala. 

"Sebaiknya Malioboro dan A Yani jangan di-lockdown pada 31 Desember nanti. Alangkah bagus lalu lintas dibuka seperti biasanya dan semua PKL yang seperti biasanya buka dari pagi jam 7.30 WIB sampai malam serta serentak tutup jam 22.00 WIB," kata Koordinator PPMAY Karyanto Yudomulyono, Senin (28/12/2020). 

Dia mengklaim bahwa, sejumlah toko di Malioboro dan A Yani sudah berusaha menjaga protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan dan handsanitizer yang sering dipakai oleh pengunjung atau pula wisawatan yang lewat di sekitaran toko. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Sekda DIY Restui Lockdown Kawasan Tugu-Malioboro-Titik Nol Yogyakarta Saat Tahun Baru

"Di sisi lain tidak semua toko buka penuh. Ada juga toko yang hanya beroperasi selama 10 jam," katanya.

Tak hanya itu, rencana penutupan Malioboro dirasa juga akan memberatkan para pelaku usaha.

"Kehidupan toko makin berat dan kewajiban kita sebagai pemilik toko yang makin lama makin berat menanggung ongkos atau biaya hidup. Apakah itu juga sudah dipikir oleh teman-teman DPRD," ujarnya. 

"Harusnya toko di Malioboro dan A Yani yang harus diperhatikan dan dijaga kelestarian oleh  DPRD karena toko di Malioboro dan A Yani sudah ada sejak dulu dan menjadi satu dengan perkembangan Malioboro," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved