Breaking News:

Libur Natal dan Tahun Baru

Hendak Menginap di Yogyakarta, Ratusan Wisatawan Tanpa Hasil Rapid Test Antigen Ditolak Hotel

Sejumlah wisatawan diketahui tidak membawa hasil rapid test antigen ketika berkunjung ke Yogyakarta selama libur Natal.

Dok. Humas Hotel Pandanaran
Ilustrasi Hotel Pandanaran 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah wisatawan diketahui tidak membawa hasil rapid test antigen ketika berkunjung ke Yogyakarta selama libur Natal.

Hal itu, terjaring ketika pengunjung memasuki tempat penginapan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan, hotel-hotel yang berada di bawah nanungannya selalu disiplin menerapkan instruksi Gubernur No. 7 Tahun 2020, mengenai kewajiban meminta hasil rapid test antigen kepada seluruh tamu.

Baca juga: Komda Lansia DIY : Perlu Dilakukan Penelitian Untuk Mengetahui Penyebab Lansia Bunuh Diri

Baca juga: Peta Sebaran 6.528 Kasus Baru COVID-19 di Indonesia 27 Desember 2020 Sore

"Jadi, ada beberapa kasus yang membuat kami belum bisa menerima tamu. Antara lain, tidak membawa hasil rapid test antigen," ungkap Deddy, Minggu (27/12/2020).

"Atau, membawa (hasil rapid test antigen) tapi merasa sehat dan tidak bersedia menerapkan prokes, misal menolak pakai masker, atau jaga jarak. Kami menemukan sekira 385 kasus yang seperti itu di seluruh DIY," tambahnya.

Walau begitu, ia menjelaskan, pengelola hotel tidak serta merta melakukan penolakan terhadap pengunjung.

Dengan catatan, mereka kooperatif, atau bersedia saat diminta untuk melengkapi persyaratan identitas kesehatan.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Klaten : Tambahan 68 Kasus Baru, 32 Pasien Sembuh, 3 Pasien Meninggal

Baca juga: Doa Ketika Sore Hari Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW agar Terhindar Dari Kejahatan Malam Hari

"Ada yang kemudian kita minta melengkapi surat rapid test antigennya. Kita kan sudah punya daftar rumah sakit, atau lab yang terdekat dari hotel, kita berikan ya, dan mereka bersedia melakukan rapid test itu," cetusnya.

Ia tidak memungkiri, pemberlakuan syarat wajib rapid test antigen tersebut cukup berdampak pada tingkat okupansi hotel-hotel di Yogakarta sepanjang libur Natal tahun ini.

Alhasil, target yang diusungnya gagal tercapai.

"Belum sesuai, target kita kan 60 persen. Periode 24, sampai 27 (Desember) rata-rata se-DIY hanya sekitar 30-40 persen saja. Puncak okupansinya 25 Desember kemarin, waktu itu bisa menyentuh 40 persen," terangnya. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved