Mayoritas Gereja di Sleman Laksanakan Misa Natal Secara Daring
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan kebanyakan Gereja di Kabupaten Sleman
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Perayaan Natal tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya.
Bagaimana tidak, perayaan Natal tahun 2020 ini masih di tengah pandemi COVID-19.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan kebanyakan Gereja di Kabupaten Sleman melaksanakan misa secara daring.
Tujuannya adalah untuk menghindari penularan COVID-19.
Baca juga: Indeks Pembangunan Kebudayaan DI Yogyakarta Menduduki Posisi Tertinggi Nasional
Baca juga: Epidemiolog UGM: Pengendalian Pandemi Saat Terjadi Lonjakan Bergantung Kejelasan Kebijakan
"Info yang masuk ke saya kebanyakan Gereja melaksanakan misa secara online. Mungkin ada yang tatap muka, tetapi terbatas," katanya, Rabu (23/12/2020).
Hingga saat ini, pihaknya juga belum menerima pengajuan dari Gereja untuk melaksanakan ibadah secara tatap muka.
Pemerintah Kabupaten Sleman juga tidak melarang ibadah Natal, namun harus tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.
"Tidak ada yang mengajukan, sampai hari ini belum ada yang masuk (izin misa tatap muka) ke bagian kesra," lanjutnya.
Baca juga: Tiga Terdakwa Surat Jalan Palsu Divonis Bersalah, Kapolri: Hukum Tidak Tajam ke Bawah
Baca juga: Kapolri Terbitkan Maklumat Kepatuhan Prokes saat Libur Natal dan Tahun Baru
Terpisah, Kapolres Sleman, AKBP Anton Firmanto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi ke paguyuban Gereja di Kabupaten Sleman.
Dari keterangan paguyuban Gereja Sleman, ibadah akan dilaksanakan secara daring.
"Kami sudah berkomunikasi, kebanyakan Gereja menyelenggarakan misa secara daring. Yang tatap muka sangat terbatas,"ujarnya.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pengamanan di Gereja di Kabupaten Sleman.
Pihak kepolisian akan tetap mengecek ke semua Gereja, bahkan akan melakukan sterilisasi.
Untuk pengamanan selama libur Natal dan Tahun Baru, Polres Sleman menerjunkan 893 personil. (maw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)