Breaking News:

Pemda DIY Tetap Fokus Kesehatan dan Ekonomi Untuk RKPD 2022

Kesehatan dan Ekonomi masih menjadi fokus pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022.

TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kesehatan dan Ekonomi masih menjadi fokus pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022.

Hal itu disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat  membuka Kick Off Meeting Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022 bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI secara virtual, Senin (21/12/2020) di Gedung Pracimasono, Kompleks Kepatihan.

Dalam kesempatan itu, Sri Sultan berdialog dengan perwakilan Menteri PPN/Bappenas yakni Deputi Bidang Pengembangan Regional Daerah PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata, serta Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah Kemendagri RI Nitya Suwignyo. 

Dalam sambutannya, Sri Sultan menuturkan bahwa adanya pandemi berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan sehingga menimbulkan konsekuensi-konsekuensi yang mengandung risiko. 

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta : Tambahan 186 Kasus Baru, Terbanyak dari Kota Yogyakarta

Baca juga: Pemkab Sleman Luncurkan Buku Evaluasi KBM Selama Pandemi COVID-19

“Kinerja perekonomian DIY di tahun 2020 sangat jauh dari harapan, karena mengalami kontraksi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Triwulan II 2020 perekonomian kita mengalami kontraksi sebesar 6,74 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019,” tutur Sri Sultan.

Di samping itu, Sri Sultan menjelaskan jika berhentinya sektor pariwisata selama pandemi berdampak besar terhadap sektor-sektor yang lain sehingga perekonomian kita mengalami kontraksi yang cukup tinggi.

“Meskipun demikian di triwulan III kinerja perekonomian DIY mulai mengalami perbaikan dengan kontraksi sebesar 2,84 persen dibanding periode yang sama tahun 2019," imbuhnya.

Sri Sultan berharap penguatan dan percepatan belanja pemerintah sebagai stimulus perekonomian, diharapkan dapat merespon lemahnya sisi permintaan. 

Di satu sisi, peranan teknologi informasi juga tak boleh dilupakan sebagai upaya untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi.

Kerja sama lintas teknis, lintas sektor bahkan lintas kewilayahan yang saling bahu-membahu sangatlah diperlukan. 

Halaman
12
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved