Breaking News:

Kapasitas Gereja untuk Jemaat yang Beribadah Saat Natal di Kota Magelang Dibatasi 50 Persen

Jumlah jemaat yang beribadah pada Hari Natal nanti di Kota Magelang dibatasi sebesar 50 persen dari kapasitas tempat ibadah.

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Kurniatul Hidayah
net
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Jumlah jemaat yang beribadah pada Hari Natal nanti di Kota Magelang dibatasi sebesar 50 persen dari kapasitas tempat ibadah.

Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Jemaat dapat beribadah dalam jarak yang aman satu sama lain.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono, mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat edaran (SE) Nomor 443/634/114 tentang panduan penyelenggaraan kegiatan ibadah dan perayaan Natal di masa pandemi Covid-19.

Di sana diatur tentang penerapan protokol kesehatan yang ketat di tempat ibadah. Jumlah jemaat dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas Gereja.

Baca juga: Semakin Mendunia, Amikom Yogyakarta Jalin MoU dengan Silicon Valley

Baca juga: Hindari Penumpukan Sampah, Wali Kota Yogyakarta Minta Masyarakat Disiplin Terapkan 3R

Di dalam juga mesti menjaga jarak, wajib mengenakan masker dan mencuci tangan dengan sabun.

Para jemaat juga dicek suhu tubuhnya.

"Seperti misa malam Natal yang sama dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas gereja. Selain itu, harus menyesuaikan ketentuan jaga jarak, jemaat mengenakan masker, menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, serta mengecek suhu atau kesehatan para jemaat yang hadir," katanya, Senin (21/12/2020).

Joko berharap, warga dapat merayakan Natal dan Tahun Baru 2021 secara sederhana.

Masyarakat dapat lebih fokus dengan keluarga saja di rumah.

Ibadah juga bisa dilaksanakan secara daring dengan tata cara yang dipersiapkan oleh para pengurus Gereja.

Baca juga: Pemda DIY Tetap Fokus Kesehatan dan Ekonomi Untuk RKPD 2022

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta : Tambahan 186 Kasus Baru, Terbanyak dari Kota Yogyakarta

"Ibadah dan perayaan Natal selain diselenggarakan secara kolektif di rumah ibadah juga disiarkan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola rumah ibadah," tuturnya.

"Khusus bagi anak-anak dan jemaat lanjut usia yang rentan tertular penyakit serta orang yang punya penyakit bawaan diminta supaya menggelar ibadah dari rumah. Kami harap semua pihak ikut dan peduli terhadap penerapan protokol kesehatan sesuai ketentuan," tambah Joko.

Perayaan Natal dan tahun baru dipastikan akan berjalan dengan aman. Masyarakat akan dijaga oleh aparat keamanan dari TNI, Polri dan dinas terkait. (rfk)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved