Breaking News:

Jawa

Merapi Masih Siaga, Para Pengungsi di Magelang Diimbau Tetap Tinggal di Pengungsian

Pilihan yang paling tepat saat ini adalah tetap tinggal di tempat pengungsian karena status Gunung Merapi yang masih Siaga.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Warga Dusun Babadan I, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, yang mengungsi di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, kembali pulang ke rumah, Senin (14/12/2020) lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Para pengungsi diimbau tetap tinggal di tempat pengungsian mengingat status Gunung Merapi yang saat ini masih di level Siaga.

Utamanya, para pengungsi yang tergolong kelompok rentan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengatakan, pilihan yang paling tepat saat ini adalah tetap tinggal di tempat pengungsian karena status Gunung Merapi yang masih Siaga.

"Merapi masih status siaga. Aktivitas Merapi memang turun, tapi tetap di level atas. Pilihan yang paling tepat adalah tetap di tempat pengungsian," ujarnya, Rabu (16/12/2020) saat ditemui di kantor BPBD Kabupaten Magelang.

Baca juga: Pemkab Magelang Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat Gunung Merapi

Imbauan ini diberikan setelah banyak pengungsi yang pulang kembali ke rumah mereka.

Edy mengatakan, pilihan terbaik saat ini adalah tetap tinggal di pengungsian.

Terlebih, penggembungan atau deformasi masih terus terjadi dan terdapat potensi ke arah barat, sehingga seluruh pihak melakukan antisipasi.

"Saat ini status siaga, warga sebaiknya sesuai dengan protap mengungsi terutama untuk kelompok rentan. Kemudian sekarang pulang, apa yang bisa kita lakukan ya menjelaskan karena memang hanya itu menjelaskan bahwa status Merapi masih tinggi, kemudian siaga. Menjelaskan bahwa yang paling tepat berada di tempat pengungsian," ujarnya.

Pihaknya pun meminta kerja sama dengan seluruh pihak, termasuk kerja sama kepada masyarakat juga dibutuhkan, sehingga penanganan bencana dapat berjalan lancar.

Baca juga: 356 Pengungsi di Magelang Pulang, 283 Bertahan di Tiga Titik Pengungsian

"Penanganan bencana itu butuh kerjasama antar semua pihak. Baik masyarakat terdampak maupun masyarakat yang lain," katanya.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Magelang, Selasa (15/12/2020), terdapat kurang lebih 232 jiwa yang masih bertahan di tiga titik lokasi pengungsian.

Sebagian lainnya sudah pulang.

Meskipun pulang, jika terjadi kondisi darurat, mereka dipersilahkan segera mengungsi sesuai dengan desa bersaudaranya atau sister village masing-masing.

"Sekarang masih ada di Deyangan, Mertoyudan dan Tamanagung. Di tiga titik itu. Mereka sudah sepakat, kalau ada perubahan status, mereka akan turun, akan menuju pengungsian. Mereka sanggup untuk itu," ujarnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved