Sleman

Patuhi Aturan Pemerintah, Warga Kalitengah Lor Tetap Bertahan di Pengungsian

Warga Kalitengah Lor masih tetap bertahan di barak pengungsian di Balai Desa Glagaharjo.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Warga Kalitengah Lor masih tetap bertahan di barak pengungsian di Balai Desa Glagaharjo.

Sejak status Gunung Merapi meningkat dari Waspada menjadi Siaga pada 5 November lalu, sebagian warga sudah diminta untuk mengungsi. 

Dengan meningkatnya status Gunung Merapi, berdampak pada radius jarak aman yang juga diperluas dari 3 km menjadi 5 km.

Ada tiga padukuhan di Kapanewon Cangkringan yang masuk dalam radius bahaya, yaitu Kalitengah Lor, Pelemsari, dan Kaliadem.

Namun dari tiga padukuhan tersebut hanya Padukuhan Kalitengah Lor saja yang masih dihuni. 

Baca juga: Kawasan Kaliurang Aman dari Aktifitas Puncak Merapi

Warga Kalitengah Lor yang pertama diminta untuk mengungsi adalah kelompok rentan.

Kelompok rentan meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan difabel. 

Panewu Kapanewon Cangkringan, Suparmono mengatakan saat ini tercatat ada sekitar 250 warga Kalitengah Lor yang mengungsi di Balai Desa Glagaharjo.

Meskipun aktivitas Merapi cenderung stabil, namun warga masih tetap bertahan di barak pengungsian.

"Status masih Siaga, sehingga sesuai SOP (standar operasional prosedur), warga rentan harus tetap di barak pengungsian. Setiap pagi memang ada warga yang pulang untuk mencari rumput dan merawat ternak, tetapi sorenya pasti pulang lagi ke barak," katanya, Senin (14/12/2020).

Ia mengakui bahwa ada beberapa warga yang kadang merasa bosan dan ingin pulang ke Kalitengah Lor.

Namun pihaknya selalu memberikan pengertian dengan pendekatan personal, agar warga dapat mematuhi SOP yang sudah ada. 

Menurut Suparmono, memberikan pemahaman pada warga membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Baca juga: Wisata di Jarak Aman Merapi Dipastikan Aman Dikunjungi

Pihaknya harus rutin memberikan sosialisasi, agar pola pikir warga berubah. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved