Breaking News:

travel

Kawasan Kaliurang Aman dari Aktifitas Puncak Merapi

PELAKU wisata di Kaliurang mengimbau masyarakat tak khawatir berkunjung ke kawasan wisata tersebut. Jarak Kaliurang dari puncak Merapi masih aman.

IST
MINAT PUBLIK - Wisata Pasar Sor Pring di kawasan Kaliurang menggeliat seiring lesunya ekonomi akibat kekhawatiran dampak aktifitas Gunung Merapi dan pandemi Covid-19. 

PELAKU wisata di Kaliurang mengimbau masyarakat tak khawatir untuk berkunjung ke kawasan wisata tersebut. Sebab, jarak Kaliurang dari puncak Gunung Merapi sejauh 6,5 kilometer tak termasuk yang rekomendasi BPPTKG untuk ditutup saat ini atau sejak status Gunung Merapi naik dari level Waspada ke Siaga.

Untuk diketahui, Balai Penyelidikan dan Pengamatan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta tak merekomendasikan operasional destinasi wisata dalam radius 5 kilometer dari puncak Merapi. Namun, objek wisata di luar radius tersebut masih aman dikunjungi.

Selain itu, para pengelola wisata Kaliurang juga telah menerapkan standar protokoler kesehatan (prokes) selama masa pandemi Covid-19. Para pelaku wisata di kawasan ini telah menyediakan masker, tempat cuci tangan dan sabun, juga pengecekan suhu badan bagi pengunjung.

Ketua Pengelola Wisata Pasar Sor Pring, Eko Wiyarto menyebut, tingkat kunjungan wisatawan terus meningkat. Pada akhir pekan lalu, pengunjung mencapai 500 orang.

"Wisata di sini aman. Jaraknya 13 kilometer dari puncak Merapi. Juga kami patuh terapkan protokol kesehatan karena pandemi Covid-19," katanya.

Pasar Sor Pring menawarkan suasana pasar di alam lereng gunung. Aneka jajan pasar khas Merapi, berikut pernak pernik bambu dipamerkan di kawasan wisata ini.

Wisatawan juga bisa menikmati suasana alam lereng Gunung Merapi sambil bersepeda. Di Padukuhan Karanggeneng, Umbulharjo, Cangkringan juga ada Pasar Majapahit yang dibuka setiap Sabtu dan Minggu.

Di pasar tradisional ini wisatawan disuguhi aneka palawija, makanan rebus, jamu Jawa, wedang rempah, kopi, pecel, jadah tempe, dan suvenir. Jarak lokasi Pasar Majapahit dari puncak Gunung Merapi sejauh 11 Kilometer.

Saat Merapi erupsi pada 2010, kawasan tersebut tak terdampak signifikan. "Hanya hujan abu vulkanik," katanya.

Area wisata Pasar Majapahit juga jauh dari aliran Sungai Gendol, Opak, dan Kali Kuning. "Insyaallah aman," sambungnya. Konseptor Pasar Tradisional Majapahit, Naryono menyebut, dibukanya wisata desa tersebut untuk mengurangi kecemasan berlebihan warga terhadap situasi Merapi.

Selain itu, untuk membangkitkan ekonomi wisata yang kini melesu.
"Banyak masyarakat nganggur, karena wisata sepi. Banyak pedagang, pemilik jip yang pendapatannya berkurang drastis," kata Naryono.

Dia berharap, dibukanya Pasar Majapahit bida menjadi nafas baru bagi warga setempat dalam pemulihan ekonomi, baik akibat pandemi Covid-19 maupun dampak aktifitas Gunung Merapi. Status siaga Merapi juga tak menyurutkan semangat anggota Komunitas Jeep Wisata Tlogoputri Kaliurang menyambut wisatawan.

“Kami masih berada di jarak aman. Sekitar 6,5 kilometer dari puncak Merapi,” ujar Surono, seorang pengelola Jeep Wisata Tlogoputri.

Bahkan pada Rabu (25/11) lalu, Surono melayani rombongan wisatawan dari Bogor. Mereka memborong 15 Jeep untuk keliling lereng Merapi, dengan rute berbeda dibanding biasanya.

“Kami patuh imbauan pemerintah untuk tak masuk radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Rutenya kali ini beda,” jelasnya. (*)

Penulis: Agus Wahyu
Editor: Agus Wahyu
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved