Lonjakan Kasus Covid-19 di Kabupaten Magelang Karena Testing Massif

Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Magelang beberapa waktu terakhir dikatakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Berita Update Covid-19 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Magelang beberapa waktu terakhir dikatakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang karena massifnya penemuan kasus baru.

Semakin banyak dan cepat kasus ditemukan, akan semakin cepat dan lekas penangananya.

"Hasil banyak ini sesuai instruksi untuk melakukan contact tracing dan treatment. Angka kasus konfirmasi yang mencapai 999 kasus, dibanding angka rendah di kabupaten lain, karena peningkatan penanganan Covid-19. Semakin banyak ditemukan, semakin cepat kita lakukan isolasi dan penanganan," ujar Kasi Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Dwi Susetyo, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Polres Magelang Tindak Puluhan Ribu Pelanggaran Protokol Kesehatan

Baca juga: Pemda DIY Tidak Paksakan Pembelajaran Tatap Muka di Awal 2021

Meski kasus melonjak tinggi, angka kematian diklaim oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang relatif kecil dibandingkan daerah lain.

Angka kematian terenda nomor empat se-Jawa Tengah. Sekitar 2,55 persen saja.

"Angka kematian Kabupaten Magelang, empat besar di bawah. Sekalipun merah, jumlah kasus banyak, tapi angka kematian kecil 2,55 persen," tuturnya.

Dari data Jumat (11/12/2020) yang disampaikan olehnya, jumlah konfirmasi meninggal sebanyak 98 orang, 189 orang dirawat, 810 isolasi mandiri, dan 2.781 sembuh.

Jumlah kasus konfirmasi paling banyak ada di Kecamatan Mertoyudan.

Namun, indikator zonasi Kabupaten Magelang berada di posisi 1,72.

Baca juga: VIRAL, Pelajar SMA Nekat Tendang dan Ajak Duel Polisi, Berikut Kronologinya

Baca juga: Rakor Bersama Pelaku Pariwisata Jelang Libur Nataru, Pemkot Yogyakarta Tekankan Prokes

Kecamatan dengan zona merah yakni Tegalrejo, Mungkid, Borobudur, Candimulyo, Mertoyudan. Oranye yakni Bandongan, Dukun, Sawangan, Secang dan Muntilan.

Kuning yakni Salam, Kaliangkrik dan Ngablak.

Klaster keluarga yang paling banyak mendominasi, disusul klaster tempat kerja, pondok pesantren, rumah sakit, pasar, dan acara.

"Indikator zonasi minggu ke 48. berada di posisi 1,72, termasuk 10 besar. Semua kecamatan, semua ada kasus konfirmasi," tuturnya.

Angka reproduksi efektif saat ini 1,13.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved