Pemkot Yogyakarta Godok Calon Tempat Parkir Penunjang Area Pedestrian Jenderal Sudirman

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tengah menyiapkan tempat khusus parkir pengganti untuk pengunjung kawasan Tugu Pal Putih.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat meninjau proyek revitalisasi kawasan Tugu Pal Putih dan Pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Senin (8/12/2020) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tengah menyiapkan tempat khusus parkir pengganti untuk pengunjung kawasan Tugu Pal Putih.

Sebab, ke depan Jalan Jenderal Sudirman bakal dibebaskan dari juru parkir liar ketika revitalisasi pedestrian terselesaikan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho menandaskan, sampai saat ini, pihaknya masih menimbang beberapa opsi tempat parkir pengganti tersebut.

Ia menandaskan, badan jalan jelas dilarang untuk parkir, terlebih ketika statusnya pedestrian penuh.

Baca juga: KPU Kota Magelang: Besok Rekapitulasi Tingkat Kecamatan, Hasil Resmi Pilkada 15 Desember 2020

Baca juga: ASWINNER Tunggu Hasil KPU Kota Magelang, Konsolidasi dan Kumpulkan Laporan Dugaan Pelanggaran

Namun, ia tidak menampik, pelarangan tersebut tidak bisa serta merta dilakukan oleh pihaknya, sebelum ditentukan tempat parkir penggantinya.

Terlebih, di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, maupun sekitaran Tugu, ada banyak pelaku usaha yang tidak punya lahan parkir.

"Makanya, harus kita identifikasi. Jika semuanya terus tidak boleh secara tiba-tiba, kan tidak bisa. Tapi, aturannya jelas, badan parkir itu tidak boleh. Nanti secara bertahap, kita koordinasikan," jelasnya, Kamis (10/12/2020).

Bukan tanpa sebab, ia mengeluhkan kebiasaan masyarakat yang terkadang enggan berjalan kaki dan menjadi keharusan untuk memarkir kendaraannya di dekat tempat yang bakal ditujunya.

Padahal, sebenarnya, Taman Parkir Abu Bakar Ali jaraknya pun tak terlampapu jauh dari Tugu.

"Motor dan mobil semuanya bisa parkir di Abu Bakar Ali, di sana masih kosong. Sebenarnya jalan kaki dari Abu Bakar Ali ke Tugu tidak terlalu jauh, tidak sampai satu kilometer, jalan kaki sambil menikmati pedestrian," ujarnya.

Hanya saja, ia berharap, lokasi parkir yang baru nanti bisa memberikan manfaat bagi masyarkat di sekitaran Tugu, dari sektor ekonomi.

Sehingga, revitalisasi kawasan Tugu yang menghabiskan anggaran hingga Rp 9 miliar dari alokasi Danais bisa dinikmati pula oleh masyarakat.

"Kita inginnya juga lebih dekat, karena yang parkir kan warga masyarakat sekitar. Bagaimana agar wajah baru Tugu dapat ikut mendongkrak perekonomian. Itu kita pertimbangkan, bukan semata-mata estetika saja, tapi biar masyarakat mendapat manfaatnya juga," ungkap Agus.

Baca juga: Saling Klaim Kemenangan Pilkada Gunungkidul, Ini Tanggapan Tim Sunaryanta-Heri Pada Sutrisna-Ardi 

Baca juga: Bappeda DI Yogyakarta Mengimbau Masyarakat untuk Rayakan Tahun Baru di Rumah

"Sekarang coba kita petakan dulu, Pak Camat mungkin lebih pirso, lokasi mana yang bisa jadi tempat parkir pengunjung kawasan Tugu. Kalau untuk mobil, Jalan Diponegoro bisa, karena relatif kosong ya," tambah Kadishub.

Sementara itu, Camat Jetis, Sumargandi mengaku sudah punya beberapa opsi untuk mencari lahan parkir pengganti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved