Kenali Penyebab dan Gejala Demam Berdarah Berikut Ini
Demam berdarah parah terjadi ketika pembuluh darah rusak dan bocor, serta jumlah sel pembentuk gumpalan (trombosit) di aliran darah turun.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Joko Widiyarso
Demam berdarah parah terjadi ketika pembuluh darah rusak dan bocor, serta jumlah sel pembentuk gumpalan (trombosit) di aliran darah turun.
Hal ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (syok), pendarahan internal, kegagalan organ, dan bahkan kematian.
Tanda-tanda peringatan demam berdarah parah dapat berkembang dengan cepat.
Tanda-tanda peringatan ini biasanya dimulai 1 atau 2 hari pertama setelah demam hilang, dan mungkin termasuk:
- Sakit perut yang parah
- Muntah terus menerus
- Pendarahan dari gusi atau hidung
- Darah dalam urine, tinja, atau muntahan
-Pendarahan di bawah kulit, yang mungkin terlihat seperti memar
- Sulit bernapas atau napas cepat
- Kelelahan atau lemas
- Lekas marah atau gelisah
Perlu dipahami, demam berdarah parah adalah keadaan darurat medis yang mengancam jiwa.
Segera cari pertolongan medis jika:
- Anda baru-baru ini mengunjungi daerah di mana demam berdarah diketahui terjadi
- Anda mengalami demam dan Anda mengembangkan salah satu tanda peringatan, seperti sakit perut yang parah, muntah, kesulitan bernapas, atau darah di hidung, gusi, muntah atau tinja
- Jika Anda baru-baru ini bepergian dan mengalami demam, serta gejala ringan demam berdarah, jangan tunda untuk segera menghubungi dokter.