Breaking News:

Status Siaga Gunung Merapi

Antisipasi Gunung Merapi, BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian

Empat barak tersebut nantinya akan digunakan untuk warga Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, Srunen, dan warga sekitar Kaliadem. 

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyiapkan empat barak jika status Gunung Merapi meningkat dari Siaga menjadi Awas. 

Empat barak tersebut adalah barak Glagaharjo, Gayam, Koripan, dan Kepuharjo.

Empat barak tersebut nantinya akan digunakan untuk warga Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, Srunen, dan warga sekitar Kaliadem. 

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto mengatakan empat barak tersebut sudah siap.

Baca juga: Dapat Bantuan Rp1 Miliar dari BNPB, Pemkab Sleman Segera Persiapkan Barak Pengungsian

Bahkan pihaknya telah melakukan penyekatan, guna menjaga jarak. 

"Kalau statusnya meningkat (menjadi Awas), berarti kan daerah bahaya itu harus kosong. Tidak boleh ada penduduk. Saat ini kan masih Siaga, yang mengungsi kelompok rentan dulu. Kalau nanti naik jadi Awas semua harus mengungsi. Jadi diperlukan barak tambahan,"katanya, Selasa (01/12/2020).

Ia melanjutkan pihaknya selalu berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam menyiapkan upaya mitigasi.

Menurut hasil koordinasi, ancaman bahaya diperkirakan tidak lebih dari 5 km. 

Hal itu karena tidak ada tumpukan material.

Saat ini, tumpukan material hanya 200.000 meter kubik.

Jika terjadi erupsi maka yang perlu diwaspadai adalah material vulkanik, seperti pasir dan krikil. 

"Diperkirakan jarak luncur tidak lebih dari 5km. Kalau misal radius jarak aman tidak diperluas, barak Glagaharjo saja sudah cukup. Tetapi kan perlu ada upaya antisipasi, saat ini barak lain tetap kamu siapkan,"lanjutnya.

Baca juga: Barak Pengungsi Gunung Merapi di Balerante dan Tegalmulyo Klaten Akan Dipasang Bilik

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya memastikan anggaran selama masa tanggap darurat bencana Gunung Merapi masih mencukupi.

Ia menyebut masih ada anggaran sekitar Rp32 Miliar. 

"Anggaran cukup sampai 31 Desember. Masih ada Rp32 Miliar, untuk penggunaannya tentu kami perhitungkan. Apalagi selama ini juga ada donatur-donatur. Kemarin BNPB juga memberikan bantuan Rp 1 miliar. Jadi ya masih sangat cukup," ungkapnya.

Ia menambahkan anggaran tersebut juga akan dimanfaatkan untuk menyiapkan barak pengungsian di Kapanewon Turi dan Pakem. 

"Saat ini memang yang menjadi prioritas memang Kapanewon Cangkringan, sesui rekomendasi BPPTKG. Tetapi kami juga harus menyiapkan di Pakem dan Turi, jika ada peningkatan ekskalasi,"tambahnya. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved