Penatalaksanaan Nyeri Tulang Belakang Melalui Tindakan Endoscopy di RSUP Dr Sardjito
Dokter Sub Spesialis Bedah Orthopaedi RSUP Dr Sardjito, dr Tedjo Rukmoyo, SpB OrthoFICS menjelaskan penyebab penyakit tersebut bisa bermacam
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
"Pasien biasanya datang ke poli Orthopaedi dengan keluhan nyeri pada tulang belakangnya, rata-rata dari mereka biasanya telah dilakukan beberapa terapi lain seperti obat anti nyeri, fisioterapi, sampai dengan suntik namun gejala nyeri masih belum membaik," papar Tedjo.
Dengan kondisi seperti ini, ungkapnya, maka akan dipertimbangkan untuk dilakukan operasi. Atau pada pasien-pasien yang pertama kali datang ke rumah sakit namun sudah ada terlihat tanda-tanda jepitan saraf dan nyeri yang berat, maka mungkin bisa dipertimbangkan untuk dilakukan operasi segera.
Baca juga: Update Covid-19 DI Yogyakarta : Tambahan 89 Kasus Baru, 30 Kasus Sembuh
Baca juga: Target Pembangunan 2022, Sentra UMKM Hotel Mutiara Pertimbangkan Banyak Aspek
Hal ini dikarenakan adanya risiko kelumpuhan apabila jepitan saraf yang berat dibiarkan tanpa dilakukan penanganan segera.
Tedjo menuturkan, teknik endoskopi yang digunakan ini hanya membutuhkan sayatan kulit sekitar 1 cm dengan durasi operasi yang relatif singkat jika dibandingkan dengan operasi tulang belakang konvensional, hal ini tentu saja akan mengurangi komplikasi-komplikasi yang bisa terjadi pada operasi tulang belakang, seperti infeksi, perdarahan, dan lain-lain.
Selain itu, nyeri pasca operasi yang dirasakan pasien juga lebih ringan, masa rawat inap yang lebih singkat, serta masa penyembuhan yang lebih cepat sehingga pasien dapat segera kembali menjalani aktivitas sehari-hari. (uti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penatalaksanaan-nyeri-tulang-belakang.jpg)