Penatalaksanaan Nyeri Tulang Belakang Melalui Tindakan Endoscopy di RSUP Dr Sardjito
Dokter Sub Spesialis Bedah Orthopaedi RSUP Dr Sardjito, dr Tedjo Rukmoyo, SpB OrthoFICS menjelaskan penyebab penyakit tersebut bisa bermacam
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tulang belakang sangat penting karena merupakan penyangga utama tubuh.
Terdiri dari 33 ruas, setiap ruas pada tulang belakang mulai leher sampai pinggang bisa mengalami sakit.
Dokter Sub Spesialis Bedah Orthopaedi RSUP Dr Sardjito, dr Tedjo Rukmoyo, SpB OrthoFICS menjelaskan penyebab penyakit tersebut bisa bermacam-macam, mulai kecelakaan, infeksi, proses degeneratif, hingga tumor.
"Masyarakat kerap mengaitkan nyeri pada tulang belakang dengan masalah pada saraf. Ini adalah konsep pemikiran yang kurang tepat karena sebenarnya bagian yang justru harus diperhatikan adalah tulang dan sendi pada tulang belakang," ujarnya melalui keterangan tertulis kepada Tribun Jogja, Jumat (27/11/2020).
Baca juga: UPDATE Kondisi Gunung Merapi, Intensitas Gempa Meningkat Dibanding Minggu Lalu
Baca juga: Diskominfo DI Yogyakarta Bangun Backbone Fiber Optik Untuk Pemerataan Jaringan Internet
Sebab, lanjutnya, tulang dan sendi ini melindungi dan menjadi penopang saraf.
Jika rusak akan timbul sakit karena tulang belakang akan menjepit saraf.
Dengan mengembalikan strukturnya, ruang di dalam tulang belakang kembali normal sehingga saraf terlindung.
Ia menambahkan, keluhan nyeri tulang belakang kerap mengganggu aktivitas seseorang.
Nyeri tulang belakang yang tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan gejala hingga menjalar ke tangan dan kaki atau disertai dengan keluhan seperti kram dan kesemutan sampai dengan rasa tebal disertai kelemahan kaki dan/atau tangan, gangguan buang air besar dan kecil, disfungsi seksual maupun kelumpuhan parsial/total anggota gerak.
Nyeri tulang belakang dapat juga disebabkan oleh cedera/patah tulang belakang, osteoporosis, infeksi, tumor atau kelainan bentuk tulang belakang (skoliosis) yang akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup seseorang.
Menurut Tedjo, ada berbagai cara untuk menangani nyeri pada punggung bawah akibat adanya penjepitan saraf, mulai dari obat-obatan anti nyeri, fisioterapi, suntikan tulang belakang, sampai dengan operasi.
Selain teknik operasi tulang belakang secara terbuka di mana pasien harus menjalani perawatan dan pemulihan yang lebih lama, saat ini telah dikembangkan teknik terbaru pembedahan tulang belakang dengan prinsip endoskopi.
Teknik operasi endoskopi ini sudah menjadi operasi rutin yang dilakukan oleh ahli bedah orthopaedi tulang belakang di seluruh dunia. Di Amerika, Eropa, Asia dan Australia, sudah berkembang teknik ini.
Juga di Indonesia, beberapa dokter bedah orthopaedi tulang belakang sudah rutin melakukan teknik ini, termasuk yang dilakukan di RSUP Dr Sardjito oleh dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi (Bedah Tulang).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penatalaksanaan-nyeri-tulang-belakang.jpg)