Pilkada Kota Magelang 2020
Keluarga Memiliki Arti Besar bagi Dokter Muchammad Nur Aziz, Terutama Sosok Ibu
Keluarga memiliki arti yang besar bagi dr. H. Muchammad Nur Aziz, Sp.PD, Calon Wali Kota Magelang Tahun 2020
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Keluarga memiliki arti yang besar bagi dr H Muchammad Nur Aziz SpPD, Calon Wali Kota Magelang Tahun 2020.
Istrinya, Hj Niken Ichtiaty dan empat orang anak yang menjadi pelita baginya.
Utamanya, orangtuanya. Ibunda, Hj Siti Wasilah, yang membentuk dan mendidiknya hingga bisa seperti sekarang.
"Iya. Sangat. Keluarga berarti besar bagi saya. Saya yang paling utama adalah ibu saya yang membentuk saya. Saya hampir segenap kehidupan saya dibentuk oleh ibu. Walaupun kadang kala tak setuju, tapi dengan pendekatan saya bisa memberikan penjelasan Tak selamanya mulus dengan ibu saya. tapi disitu saya mendapatkan banyak pelajaran dari beliau," tutur Aziz.
Aziz sendiri anak nomor delapan dari delapan bersaudara dari pasangan Letkol Inf (Purn) H Fachrudin Soegiri dan Hj Siti Wasilah.
Ayahnya seorang militer yang disiplin. Ibundanya seorang guru sekolah dasar.
Lewat kedisiplinan yang diajarkan oleh seorang prajurit dan kelembutan seorang guru yang membentuk kepribadian Aziz seperti sekarang.
Baca juga: UPDATE Covid-19 Gunungkidul : Kapasitas RS Rujukan Penuh, RS Swasta Disiapkan
"Ibunda saat ini berusia 87 tahun dan bapak sudah meninggal. Orang tua saya bapak sangat disiplin dan itu buat kami kadangkala tidak bisa mengikuti. Tapi beliau sangat sederhana walaupun beliau seorang Letkol, tapi sederhana. Beliau mengajarkan kami tentang kejujuran dan keperwiraan. Ibu saya seorang guru yang lembut, bisa mendampingi bapak saya," tuturnya.
Ia pun mengenang bagaimana ayah dan ibunda mendidiknya menjadi manusia. Sosok ibu yang paling berarti besar dalam kehidupan dokter Aziz.
Ia selalu berada di sisi Aziz. Ia selalu mendukung dan mendorong, meskipun sudah tak ada jalan lagi tersisa. Aziz pun teguh.
"Saya ingat bapak bilang, kalau sekolah mau kedokteran, bapak saya bilang kalau ga negeri ga sekolah. Tapi ibu saya tidak, gapapa yang penting kamu belajar saja. Nanti kalau terima di swasta, ya saya jualkan sawah. Ibu saya memberi saya motivasi untuk selalu belajar. Dan motivasi hidup itu semua hanya dikembalikan kepada Allah," ujarnya.
Sampai pada saat ia meminta restu untuk maju menjadi Calon Wali Kota Magelang Tahun 2020, ibunda merestui penuh.
Aziz sadar bahwa restu dari seorang ibu penting. Lebih dari apapun.
Ia sadar ikhtiarnya tak akan pernah berhasil jika tak ada ibunda yang selalu berada di belakang setiap langkahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/muchammad-nur-aziz.jpg)