Festival Ruwat Rawat Borobudur Diselenggarakan Secara Virtual

Festival Tahunan Ruwat Rawat Borobudur (RRB) diselenggarakan secara virtual. Rangkaian acara dari tanggal 9 Februari - 21 April 2020

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Rendika Ferri K
Pentas dan lomba kesenian secara virtual Festival Ruwat Rawat Borobudur ke-17 di Kantor Balai Konservasi Borobudur (BKB), Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Selasa (24/11/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Festival Tahunan Ruwat Rawat Borobudur (RRB) diselenggarakan secara virtual. Rangkaian acara dari tanggal 9 Februari - 21 April 2020 dengan 21 kegiatan dan baru terlaksana 9 kegiatan.

Namun, antusiasme masyarakat tetap tinggi dalam kegiatan tahunan ini.

Salah satu kegiatan yang diselenggarakan secara virtual adalah pentas kesenian.

Kurang lebih ada 221 kelompok kesenian dari berbagai daerah baik Magelang maupun dari luar daerah.

Lomba dan pentas kesenian ini dilaksanakan untuk menyelaraskan kebudayaan baik tangible dan intagible dari Borobudur.

Baca juga: Jawa Tengah Catatkan Kasus Aktif Tertinggi di Indonesia, Ini Kata Gubernur Ganjar Pranowo

Baca juga: Pulang Try Out di Bali, Tim Pelatih Voli Pantai PPLM Indonesia Kantongi Bahan Evaluasi

Baca juga: Update Covid-19 Klaten : Penambahan 31 Kasus Positif, 58 Pasien Dinyatakan Sembuh Hari Ini

Salah satu panitia Ruwat Rawat Borobudur, Eri Kusuma Wardani, mengatakan, ruwat rawat dibuka sejak 9 Februari hingga 21 April 2020 lalu, tetapi karena pandemi, kegiatan ini sempat tertunda beberapa bulan.

Kini terselenggara lagi dengan salah satunya kegiatan lomba dan pentas kesenian ini.

"Ruwat rawat sudah menginjak tahun ke-17. Tahun ini, ruwat rawat berlangsung seharusnya dari 9 Februari hingga 21 April 2020, tetapi terdampak pandemi. Kini, berlanjut lagi dengan kegiatan ruwat rawat festival kesenian rakyat paseduluran yang telah dilaksanakan," katanya, Selasa (24/11/2020) di sela kegiatan penjurian lomba pentas kesenian di Kantor Balai Konservasi Borobudur (BKB), Kawasan Candi Borobudur, Magelang.

Kurang lebih ada 221 kelompok kesenian tersebut datang dari berbagai daerah seperti Boyolali, Kendal, Temanggung dan Magelang.

Mereka dari empat rayon. Dari 221 kelompok kesenian tersebut, mereka sudah diseleksi secara virtual. Ada 16 kelompok yang masuk, tetapi hanya 14 kelompok yang mengirimkan videonya. Mereka pun dilombakan.

"Ada sekitar 221 kelompok kesenian yang turut serta dalam lomba ini. Sebagian besar adalah kesenian kuda lumping. Kemudian, ada topeng ireng, kubro siswo, badui, gedruk, dan broska," ujarnya.

Eri mengatakan, festival ini ada sebagai upaya pelestarian kesenian tradisi yang ada di Magelang dan juga sekitarnya. 

"Pelestarian ini sebagai wujud dari visi kami, dari Warung Info dari Brayat Panangkaran dan juga sekolah lapangan untuk menyelaraskan kebudayaan serta  tangible dan intangible karena kami punya Borobudur. Kami punya tradisi, kami punya kesenian, nah kami lestarikan dengan acara Ruwat Rawat Borobudur yang salah satunya yaitu kegiatan festival kesenian rakyat,” katanya.

Festival Ruwat Rawat ini selanjutnya dilanjutkan secara virtual karena pandemi masih berlangsung.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved