Penanganan Covid

Cangkringan Zona Merah Covid-19, Dinkes Sleman Akan Rapid Tes Pengungsi Gunung Merapi

Untuk antisipasi penularan COVID-19 di barak pengungsian di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman akan

Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani
Sejumlah pengungsi tengah duduk-duduk di shelter pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Sleman, Senin (9/10/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Belum lama ini peta epidemiologi di Sleman menunjukkan mayoritas kapanewon berada pada zona merah

Dari 17 kapanewon di Sleman, hanya ada beberapa kapanewon yang masuk dalam zona oranye, yaitu Moyudan, Seyegan, Ngemplak, Sleman, Turi.

Sedangkan Kapanewon lainnya masuk pada zona merah, termasuk Kapanewon Cangkringan.

Untuk antisipasi penularan COVID-19 di barak pengungsian di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman akan melakukan rapid tes antigen. 

Baca juga: Resep Jurus Sehat Rasulullah Pare dan Serai untuk Detoks Tubuh dari dr Zaidul Akbar

Baca juga: MTsN 6 Bantul Inisiasi Sarapan Gratis untuk Jaga Imun Siswa Saat Pembelajaran Tatap Muka 2021

Baca juga: Inilah Pemenang Golden Boy 2020, Pemain Terbaik Berusia di Bawah 21 Tahun dari Liga Utama Eropa

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan belum lama ini Pemkab Sleman mendapat bantuan rapid tes antigen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Sebanyak 2.500 bantuan rapid tes antigen tersebut nantinya akan digunakan untuk melihat ada tidaknya penularan COVID-19 di pengungsian.

Yang menjadi sasaran adalah pengungsi, relawan, dan petugas di Balai Desa Glagaharjo.

"Rencananya begitu (rapid tes antigen pengungsi). Tetapi masih dimatangkan pelaksanaannya. Fungsinya untuk memastikan agar tidak terjadi penularan di pengungsian," katanya, Sabtu (21/11/2020).

Joko mengungkapkan, meskipun Kapanewon Cangkringan masuk dalam zona merah, namun Kalurahan Glagaharjo masih zona hijau.

Penambahan kasus COVID-19 di Kapanewon Cangkringan berada di Kalurahan Argomulyo satu kasus dan Kalurahan Kalurahan Wukirsari dua kasus. 

Baca juga: Legenda Timnas Ricky Yakobi Meninggal Dunia, Ini Penyebab Serangan Jantung pada Pegiat Olahraga

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka 2021, Sekolah di Yogyakarta Kejar Persiapan Sarpras Pendukung

Baca juga: Fakta-fakta Viral Mobil Ayla Tabrak Honda CBR1000RR SP, Tolak Ganti Rugi Rumah dan Berakhir Damai

Sedangkan kalurahan lain belum ditemukan kasus, seperti di Kalurahan Kepuharjo, Umbulharjo, dan Glagaharjo.

"Kalurahan Glagaharjo, Kepuharjo dan Umbulharjo belum pernah ditemukan kasus positif (sejak awal pandemi)," ungkapnya. 

Ia memastikan, barak Gayam yang berada di Kalurahan Argomulyo juga aman.

Sebab kasus yang ditemukan di Argomulyo bukan terjadi di Gayam dan cukup jauh dari barak pengungsian.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman telah melakukan rapid tes bagi relawan dan petugas di pengungsian Balai Desa Glagaharjo.

Tujuannya untuk memastikan relawan dan petugas bebas dari COVID-19. (maw)

Catatan Redaksi: Bersama kita lawan virus corona. Tribunjogja.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu 3M:

- Wajib Memakai masker
- Wajib Menjaga jarak dan menghindari kerumunan
- Wajib Mencuci tangan dengan sabun

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved