Nasib Kelanjutan Distribusi Air Bersih dari Bendungan Kamijoro, Ini Penjelasan Sri Sultan HB X

Rencana pemenuhan kebutuhan air bersih untuk Kabupaten Bantul dan Kulon Progo yang diambil dari Bendungan Kamijoro, Kecamatan Sentolo,

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Miftahul Huda
Gubernur DIY Sri Sultan HB X 

"Bagaimana akan menjual, kalau PDAM sendiri tidak memperluas jaringan. Mestinya kan harus memperluas jaringan," ungkapnya.

Baca juga: Toko Ban di Wates Kulon Progo Dibobol Maling, Pemilik Toko Tanggung Kerugian Puluhan Juta

Baca juga: Setiap Pekan, Sebanyak 3 Ton Pakan Ternak Disiapkan bagi Pengungsi Gunung Merapi di Klaten

Pasalnya, air sebanyak 280 liter per detik yang dihasilkan di Bendungan Kamijoro apabila dibagi dua kabupaten, maka ditemukan suplai sebanyak 140 liter per detik.

"Lah kalau ndak nambah jaringan, njur sing arep beli air sopo? Kan gitu," Imbuh Sultan.

Desakan negosiasi Sultan terhadap pemerintah pusat lantaran secara keungan PDAM tentunya tidak memiliki cukup anggaran untuk membangun jaringan baru.

Sehingga dari segi anggaran tentunya PDAM akan memakai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk merealisasikan penambahan jaringan itu.

"Berarti kan multiyears. Nah multiyears itu pointnya berapa nanti. Dari 10 tahun itu mungkin, lima tahun sudah kembali atau enam tahun kan kami belum tahu," kata Sultan.

Oleh karena itu, Sultan berharap dari PDAM dan dua kabupaten tersebut harus menghitung terlebih dahulu angka investasinya.

Selain itu, pertimbangan lainnya menurut Sultan terlalu dini apabila memutuskan kebijakan untuk saat ini.

"Jadi pembicaraan ini kalau saya ya lebih baik tidak dengan pejabat. Nanti kalau pejabat memutuskan, tapi bupati terpilih yang baru tidak setuju kan repot," ujarnya.

Sehingga, keputusan lanjut tidaknya investasi air bersih di bendungan Kamijoro, Kulon Progo menunggu bupati terpilih. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved