Status Siaga Gunung Merapi

BPBD Kabupaten Magelang: Belum Ada Potensi Banjir Lahar Hujan

BPBD Kabupaten Magelang melihat belum ada potensi banjir lahar hujan yang dapat terjadi.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang melihat belum ada potensi banjir lahar hujan yang dapat terjadi.

Tidak adanya material yang dikeluarkan, sehingga potensi tersebut masih belum ada. 

Kendati demikian, BPBD sudah menyiapkan rencana kontijensi lahar dingin sebagai antisipasi.

“Sampai sekarang Merapi belum mengeluarkan apapun. Karena belum mengeluarkan material apapun, bisa dikatakan sampai dengan saat ini tidak ada potensi banjir lahar dingin. Kecuali nanti sudah mulai longsoran baru,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, saat ditemui di kantornya, Minggu (15/11/2020).

Baca juga: Peningkatan Curah Hujan Hingga 30 Persen, Gunung Merapi Siaga Ancaman Banjir Lahar Dingin

Kendati demikian, BPBD Kabupaten Magelang telah memiliki rencana kontijensi (Renkon) untuk potensi banjir lahar hujan/dingin.

Rencana operasi akan dibuka jika potensi hujan yang menjadi banjir tersebut.

“Antisipasinya kita sudah punya renkon lahar dingin. Kalau misalnya nanti ada material yang berpotensi kalau hujan menjadi banjir kita sudah buka renkon itu untuk menjadi rencana operasi,” tuturnya.

Renkon akan dilaksanakan di daerah mana saja yang berada di aliran sungai di lereng Gunung Merapi.

Tentunya melihat material tersebut berada di kali atau sungai mana. Material dari erupsi sebelumnya juga telah lama dan dimungkinkan telah mengeras, sehingga hujan tidak akan menghanyutkan.

“Ya material itu ada di sungai mana. Di Kali mana? Kalau di Kali Putih, ya di Kali Putih. Kalau di Kali yang lain. Tinggal dimana materialnya. Di desa yang punya aliran itu, di pinggir kali Senowo, Putih, sehingga. Kalau sampai sekarang tidak ada material. Dari 2020, belum ada material yang dikeluarkan,” katanya.

Baca juga: BPBD Kota Yogyakarta Siap Antisipasi Banjir Lahar Merapi

“Kalau (material) erupsi sebelumnya mungkin sudah mengkristal. Sehingga kalau hujan biasa, ya sudah tak mampu menghanyutkan. Sudah mengkristal. Relatif keras lah. Sehingga potensi ya potensi banjir. Sampai saat ini kami melihat belum ada potensi banjir lahar,” kata Edy.

Edy pun mengimbau kepada masyarakat di kawasan rawan dan pada umumnya untuk mengikuti sumber berita resmi dari BPPTKG dan BPBD.

Setiap informasi akan diinformasikan untuk bahan kebijakan dalam penanganan potensi bencana yang bisa terjadi.

“Utamanya ikuti sumber berita yang resmi. BPPTKG. Kami menjadi corongnya BPPTKG, karena setiap informasi diinformasikan ke BPBD.  Sebagai bahan kami untuk Bupati menetapkan kebijakan. Kalau banjir lahar hujan, masih belum ada potensi. Namun, iya (waspada). Tapi nanti pada saatnya. Kalau, sekarang tidak ada,” pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved