Status Siaga Gunung Merapi
Anak-anak di Pengungsian di Magelang Dihibur dan Ikuti Trauma Healing
Trauma healing ini yang dilakukan oleh para mahasiswa Psikologi Unimma ini untuk menghibur anak-anak selama berada di pengungsian.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Trauma healing diikuti oleh anak-anak di tempat pengungsian di Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Selasa (10/11/2020).
Trauma healing ini yang dilakukan oleh para mahasiswa Psikologi Unimma ini untuk menghibur anak-anak selama berada di pengungsian.
Sekitar pukul 08.30 WIB, puluhan anak-anak yang mengungsi dari Desa Krinjing, Kecamatan Dukun ini telah berkumpul di serambi masjid di Balai Desa Deyangan.
Para mahasiswa pun memberikan materi dan permainan bagi anak-anak di sana.
Baca juga: Hingga Sore Ini, Total Pengungsi di Magelang Menjadi Sebanyak 812 Jiwa
Suasana ceria pun menyelimuti tempat pengungsian untuk tiga dusun, Trono, Pugeran dan Trayem tersebut.
Setelah mendengarkan cerita, mereka ikut permainan kelereng.
Sebelum itu, mereka diajari cara mencuci tangan yang baik dan benar dan membersihkan kuku.
Materi ini agar anak-anak dapat menjaga kesehatan mereka secara mandiri selama di pengungsian.
Afifuddin Isnain, seorang Mahasiswa Psikologi Unimma, mengatakan, para mahasiswa turun untuk mendampingi psikososial anak-anak di tempat pengungsian.
Baca juga: Bupati Magelang: Jalur Evakuasi di Lereng Merapi Masih Ada yang Rusak, Akan Segera Diperbaiki
Materi yang diberikan adalah pembersihan kuku, cuci tangan.
Selain itu ada kegiatan story telling dan berbagai macam permainan dengan reward.
"Pagi hari ini dilakukan oleh anak-anak psikologi Unimma, disarankan turun ke posko membantu menjadi relawan di posko deyangan. Acara ini itu diampu oleh beverapa dosen, dikoordinasikan pleh Himopsi. Tujuan utama pendampingan psikososial anal-anak," kata Affiuddin , Selasa (10/11/2020).
"Rencananya, pendampingan ini terjadwal sampai Sabtu mendatang. Para mahasiswa psikologi akan turun sampai hari kamis. Kurang lebih ada 22 orang yang turun ke posko," tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)