PHRI DI Yogyakarta Meyakini Wisata Sepeda Bisa Jadi Daya Tarik Tersendiri

Program wisata sepeda yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, diyakini bisa menjadi pengungkit okupansi.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Ketua DPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eriyono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Program wisata sepeda yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, diyakini bisa menjadi pengungkit okupansi.

Sebab, pariwisata gaya baru semacam ini, merupakan alternatif menarik di tengah situasi pandemi Covid-19 yang tidak kunjung berakhir.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan, pihaknya menyambut baik program tersebut.

Bahkan, ia mulai menawarkannya kepada wisatawan yang datang untuk menjajal sensasi bersepeda melewati kawasan perkampungan.

"Ternyata laris manis, karena paket yang ditawarkan sangat menarik. Bahkan, sampai ada tamu yang menambah durasi menginapnya, karena ingin mencoba rute-rute lainnya ya, tidak puas kalau hanya mencoba satu rute saja," terang Deddy, saat dikonfirmasi Senin (9/11/2020).

Baca juga: Suhu Udara Panas di Yogyakarta, BMKG Sebut Suhu Maksimal Bisa Capai 35 Derajat Celcius

Baca juga: Sunaryanta Undang Peternak Sapi Gunungkidul Berdiskusi Virtual dengan Peternak Selandia Baru

"Makanya, program ini bisa menjadi strategi tersendiri untuk mengungkit okupansi. Apalagi, dalam perjalanan bersepeda, wisatawan pun jajan, makan-makan di perkampungan juga, sehingga bisa menggerakkan perekonomian masyarakat. Dampaknya bisa luas sekali," tambahnya.

Terang saja, Deddy mengapresiasi kinerja Jogjabike yang kini menjadi mitra Pemkot Yogyakarta dalam menjalankan wisata sepeda.

Selain rute yang berfariasi, serta dapat disesuaikan dengan minat para wisatawan, Jogjabike pun menawarkan berbagai kemudahan dan paket menarik.

"Jadi, sekarang yang tidak bawa sepeda, sudah disediakan sama jogjabike, sekaligus ada yang mengantar. Itu free ya, gratis karena ini masih uji coba. Tadi pagi sudah ada yang merasakan langsung. Ini daya tarik luar biasa, apalagi, sekarang sepeda lagi tren kan," ucapnya.

"Tetapi, sebelum di-launching secara resmi, mungkin butuh beberapa pembenahan. Jalan-jalan yang jadi rute itu masih perlu perbaikan, yang gronjal-gronjal ya diratakan. Lalu, jalurnya disesuaikan dengan lokasi hotel juga, supaya memudahkan wisatawan," imbuh Deddy.

Baca juga: Bangunan Cagar Budaya yang DIrobohkan, Pemkab Kulon Progo Sebut Bukan Wewenangnya 

Baca juga: Gunung Merapi Siaga, Sapi Milik Warga Kalitengah Lor Sleman Dievakuasi Bertahap

Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti berujar, program ini sangat menjanjikan dari sektor bisnis dan upaya pengembangan ekonomi masyarakat.

Seandainya persiapan sudah siap, harapannya wisata sepeda ini dapat segera diluncurkan dalam kisaran bulan depan.

"Ini kan sudah dibicarakan. Nah, harapannya 1 Desember besok bisa di-launching. Entah itu satu, dua, atau beberapa rute dulu yang memang menyajikan kegiatan jelajah sepeda berbasis masyarakat," ujarnya, di sela FGD Pengembangan Wisata Sepeda di Yogya, Kamis (5/11/2020).

Sejauh ini, Haryadi mengaku sudah menjajal sejumlah rute yang ditawarkan tersebut. Menurutnya, dari sisi jarak, serta waktu tempuh, sangat memadahi untuk dijadikan sebuah paket wisata.

Namun, yang harus dipertimbangkan kini adalah dari aspek safety para pengguna jasa.

"Kalau untuk orang yang sudah biasa ngepit, tidak masalah. Tapi kan tidak semuanya bisa dijadikan satu standar dong. Mungkin, nanti ada keluarga yang bawa anak-anak juga. Makanya, ini harus disiapkan," ujarnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved