Breaking News:

Gunung Merapi Siaga, Sapi Milik Warga Kalitengah Lor Sleman Dievakuasi Bertahap

Pemerintah Kabupaten Sleman mulai mengevakuasi ternak milik warga Padukuhan Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan.

Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman mulai mengevakuasi ternak milik warga Padukuhan Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan.

Total ada 294 sapi yang harus dievakuasi, 94 ekor merupakan sapi perah, dan 200 lainnya merupakan sapi pedaging.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Heru Saptono mengatakan yang menjadi prioritas adalah sapi perah.

Sapi perah tersebut dievakuasi di kandang komunal di Padukuhan Singlar, Glagaharjo, Cangkringan. 

Baca juga: Kemenkop UKM Pertahankan Eksistensi Pasar Tradisional dengan Memberikan Ruang Digital

Baca juga: Pilkada 2020: Lindungi Hak Pilih Warga Lapas, KPU DI Yogyakarta Sediakan TPS

"Untuk kandang komunal sudah mencukupi. Memang ternak ini menjadi prioritas untuk evakuasi. Jangan sampai seperti erupsi 2010, warga sudah mengungsi tetapi ternak masih di atas. Makanya ternak juga harus segera dievakuasi,"katanya, Senin (09/11/2020).

Ia melanjutkan kandang komunal cukup representatif untuk menjadi tempat evakuasi.

Selain karena sarana dan prasarana yang memadai, kandang komunal juga memenuhi jarak aman. 

Berdasarkan rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), jarak aman adalah lebih dari 5 km. Sedangkan kandang komunal berjarak 10 kilometer dari puncak.

"Dari sisi ancaman bencana, yang harus diwaspadai mengarah ke selatan- tenggara, diantaranya Kalitengah Lor. Untuk kandang sebelumnya adalah 6 km dari puncak, kemudian kami evakuasi," lanjutnya.

Sedangkan untuk sapi pedaging, sementara akan ditempatkan di PT Kepurun Pawana Indonesia (KPI) Klaten. 

Baca juga: Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Terkait Guguran Lava di Puncak Gunung Merapi, Tanpa Disertai Awan Panas

Baca juga: Sebanyak 18 TPS di Klaten Berada di Wilayah KRB Gunung Merapi, Berpotensi Direlokasi

"Kami coba negosiasi dengan KPI untuk menampung sementara sapi potong. Saat ini sedang disiapkan shelter ternak (kandang darurat) di sekitar balai desa (Balai Desa Glagaharjo),"sambungnya.

Untuk evakuasi, pihaknya melakukan secara bertahap. Hal itu dilakukan agar sapi tidak stres. 

Sementara itu, salah satu peternak, Ladi (35) menambahkan ada enam sapinya yang dievakuasi di kandang komunal Singlar. Ia sengaja mengevakuasi sapinya ke kandang komunal sebagai antisipasi.

"Ada enam sapi yang dievakuasi, sebagai upaya antisipasi. Karena pada erupsi 2010 saya kehilangan enam sapi,"tambahnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved