Kemenkop UKM Pertahankan Eksistensi Pasar Tradisional dengan Memberikan Ruang Digital

Program Pengembangan Pasar Rakyat merupakan respons atas fenomena banyak pasar tradisional di Indonesia yang tutup.

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Santo Ari
Peluncuran program digitalisasi pasar di Pasar Piyungan, Bantul, Senin (9/11/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Program Pengembangan Pasar Rakyat merupakan respons atas fenomena banyak pasar tradisional di Indonesia yang tutup.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyebutkan bahwa jumlah pasar tradisional turun drastis dari 13.540 menjadi 9.950 pasar dalam kurun waktu 2007 hingga 2011.

Kehadiran lokapasar online turut menggeser kebiasaan masyarakat yang sebelumnya berbelanja langsung di pasar.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM, Victoria Simanungkalit mengatakan bahwa pihaknya berusaha mempertahankan eksistensi pasar tradisional dengan memberikan ruang digital bagi pedagang pasar tradisional melalui program ini.

Baca juga: Pilkada 2020: Lindungi Hak Pilih Warga Lapas, KPU DI Yogyakarta Sediakan TPS

Baca juga: Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Terkait Guguran Lava di Puncak Gunung Merapi, Tanpa Disertai Awan Panas

"Ke depan diharapkan digitalisasi koperasi dan pasar rakyat juga akan dilakukan di pasar-pasar yang telah kami revitalisasi sejak tahun 2003-2019 di seluruh Indonesia. Harapannya agar pelaku usaha di dalamnya dapat menuai manfaat yang lebih baik dari perkembangan pasar internet dan meningkatkan kesejahteraan para pedagang dan anggota koperasi," ujarnya melalui sambungan via zoom, Senin (9/11/2020).  

Perihal proses digitalisasi, Kemenkop UKM menggunakan platform digital yang dikembangkan oleh inovator lokal, yakni Titipku.

Kemenkop UKM berharap adanya program ini akan membangun sebuah ekosistem digital di mana masyarakat di sekitar pasar juga dapat saling mendukung perekonomian hingga pada akhirnya dapat menguatkan koperasi pasar.

Ia mengungkapkan, peran koperasi pasar sendiri juga diharapkan akan makin optimal dengan proses digitalisasi ini, sehingga koperasi pasar dapat menjadi lokomotif atau tulang punggung kesiapan pasar rakyat menuju era baru dalam perdagangan.

"Diharapkan pedagang pasar yang merupakan anggota koperasi dapat merasakan betul manfaat dan dampak dari berbagai layanan yang disuguhkan, sesuai visi koperasi untuk mensejahterakan setiap anggotanya," jelasnya.

Baca juga: Sebanyak 18 TPS di Klaten Berada di Wilayah KRB Gunung Merapi, Berpotensi Direlokasi

Baca juga: UPDATE Peta Sebaran Kasus Baru Covid-19 Senin 9 November 2020 Petang Ini, Data Rinci di 34 Provinsi

Sementara itu, Wiryana selaku Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM DIY menjelaskan bahwa  hampir semua pasar di DIY sudah siap untuk digitalisasi.

Dan dengan Titipku akan mempermudah dan membantu para pelaku UMKM dan pedagang untuk masuk ke pasar digital.  

"Diharapkan mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Karena ini akan mempermudah pembeli bisa sehari sebelumnya memesan. Misal saya punya acara hari Minggu, pesan di Sabtu sore sudah bisa, dan barang sampai pada waktunya," tuturnya.

Untuk pilot project saat ini adalah Pasar Ngoto dan Piyungan, namun ia menilai bahwa tidak akan sulit untuk pasar-pasar lain mengikuti program ini.

Dan dengan diterapkannya sistem ini, maka upaya penerapan protokol kesehatan dapat berjalan dengan baik.

Hal itu lantaran pembeli tidak harus datang ke pasar, dan ini akan mengurangi kerumunan atau pertemuan dengan orang-orang. (nto)  

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved