Penanganan Covid

UPDATE Siaga Gunung Merapi, Evakuasi di Magelang Disiapkan Sesuai Protokol Pencegahan Covid-19

Prioritas pengungsian adalah kelompok rentan seperti anak-anak, orang tua, ibu hamil, orang sakit, penyandang disabilitas.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja/ Rendika Ferri K
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Kamis (5/11/2020) memimpin rapat terkait peningkatan status Merapi menjadi Siaga di Kantor BPBD Kabupaten Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menyiapkan tempat evakuasi sesuai protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 jika sewaktu-waktu pengungsian akan dilaksanakan. 

Rapid test dilaksanakan kepada pengungsi untuk model antar keluarga atau family to family.

Kelompok rentan seperti anak-anak, orang tua, ibu hamil, orang sakit dan penyandang disabilitas didahulukan rapid. 

Rencananya, di tempat pengungsian, setiap keluarga dijadikan satu dan dengan keluarga yang lain dipisahkan dengan sekat-sekat pembatas untuk menjaga jarak.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi : BPBD Kabupaten Magelang Petakan Prakiraan Daerah Bahaya, Berikut Daftarnya

"Desa Penyangga sudah siap, tetapi diantisipasi kekurangannya, mau ditempatkan di mana. Kalau family to family pastikan tidak ada resistensi. Tadi Kadinkes, sudah menyiapkan untuk mekanisme rapid bagi para pengungsi. Pengungsi tak semua dirapid, maka diberikan data pilah, supaya kita tahu kelompok rentannya berapa. Kelompok rentan didahulukan untuk melakukan rapid," tutur Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Kamis (5/11/2020).

KK dipetakan, sehingga nanti di tempat pengungsian satu keluarga dijadikan satu dan antar keluarga diberikan partisi atau penjaga jarak.

"Antar keluarga dibuat partisi, pemberi jarak, agar tak perlu ruangan panjang tapi ditutup dengan partisi. Partisi sudah pesan karton. Segera mengeksekusi pembelian karton pasang," tuturnya.

Prioritas pengungsian adalah kelompok rentan seperti anak-anak, orang tua, ibu hamil, orang sakit, penyandang disabilitas.

Mereka didahulukan untuk pengungsian. Kendaraan dari desa dipastikan siap.

Lebih penting lagi, desa penyangga yang akan menerima juga sudah siap.

 "Pastikan kendaraan siap dari desa. Mengungsinya di mana harus sudah siap desa penyangganya. Mau datang malam ini atau besok, harus siap ketika akan dievakuasi," ujarnya.

Baca juga: Tiga Desa di Kabupaten Magelang Masuk Prakiraan Daerah Bahaya Merapi

Untuk evakuasi ternak, lurah atau kepala desa dikoordinasikan.

Desa penyangga akan menyiapkan tempat terbuka untuk menampung hewan ternak. .

"Desa penyangga menyiapkan tempat, tempatnya terbuka. Untuk yang hewan menunggu dinas peterikan, di bawah kendali bagian perekonomian menata evakuasi hewan. Tempatnya sudah ada di lapangan, tapi belum ada kandangnya. Anggaran disediakan pemerintah," tuturnya.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved