Tiga Desa di Kabupaten Magelang Masuk Prakiraan Daerah Bahaya Merapi
Setidaknya ada tiga desa di Kabupaten Magelang yang masuk daerah bahaya Erupsi Gunung Merapi.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Setidaknya ada tiga desa di Kabupaten Magelang yang masuk daerah bahaya Erupsi Gunung Merapi.
Mereka adalah Desa Krinjing, Paten dan Ngargomulyo di Kecamatan Dukun.
Dua desa yang dinilai rawan karena berjarak 4,5-5 kilometer yakni Desa Krinjing dan Paten.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengatakan, berdasarkan rekomendasi ada tiga desa yakni Desa Paten, Krinjing, dan Ngargomulyo.
Desa Paten terdiri dari Dusun Babadan I dan Babadan II. Desa Krinjing terdapat tiga dusun yakni Dusun Trono, Trayem dan Pugeran.
Desa Ngargomulyo terdiri dari Dusun Gemer, Karanganyar, Batur Ngisor dan Ngandong.
Baca juga: Kadisbuparpora Klaten Imbau Pengelola dan Pengunjung Objek Wisata Patuhi Protokol Kesehatan
Baca juga: Angka Kehamilan Selama Pandemi Covid-19 di Kota Yogya Berhasil Terkendali
"Untuk kabupaten Magelang berdasarkan rekomendasi ada tiga. Pertama Desa Argomulyo, Desa Paten dan Krinjing. Desa Paten, Babadan I dan Babadan II, ini jarak ke puncak 4,5-5 kilometer," ujarnya, Kamis (5/11), diwawancarai usai memimpin rapat terkait peningkatan status Merapi menjadi Siaga di Kantor BPBD Kabupaten Magelang.
Ketiga desa, terutama dua desa yang paling dekat dari puncak, Paten dan Krinjing akan segera dievakuasi, setelah desa sudah siap, desa penyangga siap dan tempat evakuasi sudah siap.
Ketika evakuasi akan dilaksanakna, Desa Paten sudah berpasangan dengan Desa Banyurojo dan Mertoyudan.
Desa Ngargomulyo berpasangan dengan Tamanagung. Desa Krinjing berpasangan dengan Deyangan.
"Untuk yang paten ke Banyurojo dan Mertoyudan, pasangannya. Ngargomulyo dengan Tamanagung. Krinjing berpasangan dengan Deyangan. Kalau desa sudah siap, maka segera dievakuasi karena di sini tempat evakuasi juga disiapkan. Kalau tidak hari ini besok, tapi prosesnya mulai sekarang," ujarnya.
Selain Desa Paten dan Krinjing, Desa Ngargomulyo jaraknya sekitar 7-8 kilometer dari puncak.
Meskipun jarak cukup jauh tetapi desa ini juga menjadi pertimbangan evakuasi karena menurut pengalaman erupsi tahun 2010 lalu, jalur evakuasi tertutup oleh pepohonan dan bambu yang tumbang.
"Satu Desa Ngarrgomulyo setelah kita cek jarak di GoogleMap, 7-8 kilometer. Dan kita sudah konsultasikan ke BPPTKG, potensi ancamannya kecil. Tapi pertimbangannya, jalan evakuasi dari Ngargomulyo ke bawah, kanan kiri banyak pepohonan bambu., Melihat erupsi tahun 2010, pohon tumbang dan menutup jalan," katanya.