Kota Yogya

Angka Kehamilan Selama Pandemi Covid-19 di Kota Yogya Berhasil Terkendali

Data kehamilan kumulatif sampai Februariberada di angka 1.118 orang. Sedangkan setelah pandemi, sampai akhir September, tercatat 1.068 orang.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Angka kehamilan di Kota Yogyakarta selama pandemi Covid-19, dalam kisaran delapan bulan terakhir berhasil terkendali.

Hal itu tercermin dari angka kehamilan, baik diinginkan, atau tidak, yang mengalami penurunan secara kumulatif.

Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto menuturkan, data kehamilan kumulatif sampai Februari, atau sebelum pandemi berada di angka 1.118 orang.

Sedangkan setelah pandemi, sampai akhir September, tercatat 1.068 orang.

"Kalau kita merinci untuk kategori kelahiran remaja, serta kehamilan yang tidak diinginkan, antara sebelum, maupun sesudah pandemi juga berbeda. Itu bisa dari pasangan suami istri, atau remaja yang melahirkan karena faktor accident," ujarnya, Kamis (5/11/2020).

Baca juga: BREAKING NEWS : Rekor Tertinggi, Ada Penambahan 168 Kasus Positif Covid-19 di DIY Hari Ini

Ia memaparkan, pada awal tahun sebelum pandemi, antara Januari-Februari, tercatat ada 11 persalinan remaja, atau rata-rata 5-6 kasus setiap bulan.

Tetapi, sampai dengan akhir September silam, hanya terdapat 28 orang, dimana rerata bulanannya berada di angka 3.

Setali tiga uang dengan kehamilan tidak diinginkan, yang terjadi pada suami istri yang belum ingin menambah anak, atau sudah tidak ingin tapi tak menggunakan kontrasepsi.

Hingga Septemberi ini, jumlah untuk kategori tersebut 169 orang, atau 18-19 orang per bulan.

"Padahal, sebelum pandemi, atau sampai Februari, ada 44 orang, atau rata-rata bulanannya mencapai angka 22," ungkap Riyanto.

Keberhasilan pengendalian ini, jelasnya, sedikit banyak disebabkan oleh intensitas bimbingan dan edukasi pada masyarakat.

Baca juga: BREAKING NEWS : Pemkab Sleman Umumkan Klaster Penularan Covid-19 di Perusahaan Telemarketing

Dalam upaya tersebut, peran dari penyuluh KB patut diacungi jempol.

Ia menilai, mereka bisa menjalankan peran dengan baik di tengah pandemi.

Sejauh ini, terdapat 21 penyuluh KB yang bertugas di Kota Yogyakarta.

Selama pandemi, selain mengedukasi, mereka juga bertugas memberikan layanan antar kontrasepsi pada peserta KB secara langsung.

Sebelum pandemi, layanan tersebut memang tidak diberlakukan.

"Makanya, kami mengapresiasi para penyuluh KB, karena mereka tetap bekerja di tengah pandemi, terutama untuk mengantarkan alat kontrasepsi berupa kondom ya, bagi pemakai ulang," cetusnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved