Pedagang Malioboro Bersuara Terkait Akses Jalan Saat Uji Coba Semi Pedestrian Malioboro
Butuh penyesuaian bagi para pedagang di kawasan Malioboro, dengan adanya pemberlakuan semi pedestrian
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Butuh penyesuaian bagi para pedagang di kawasan Malioboro, dengan adanya pemberlakuan semi pedestrian yang kini sudah memasuki hari kedua.
Meski sempat dikeluhkan oleh sebagian masyarakat yang mengais rejeki di kawasan tersebut, tak sedikit pula pedagang yang menerima kebijakan tersebut dengan positif.
Istimulani salah satunya, ia mengaku tidak keberatan dengan pemberlakuan semi pedestrian di kawasan Malioboro.
Namun dirinya justru mengeluhkan kondisi jalan di luar Malioboro. Karena kemudahan saat ini yakni dapat mengantar anaknya ke sekolah dengan cepat.
Baca juga: 4 Langkah Sehat Mencegah Potensi Serangan Jantung, Rekomendasi Ahli untuk Jantung Lebih Sehat
Baca juga: Salut, Begini Aksi Solidaritas Burger King di Tengah Pandemi: Ajak Pelanggan Beli McD Hingga KFC!
Sementara adanya pemberlakuan lalu lintas yang baru ini, dirinya terpaksa harus memilih akses jalan yang dibolehkan.
"Kalau saya ini kan termasuk pedagang baru ya di Malioboro. Jadi ngikuti kebijakan pemerintah saja. Kalau untuk wisatawan ya memang nyaman ya. Ya saya mennyesuaikan saja," katanya, kepada Tribun Jogja, Rabu (4/11/2020)
Ia mengaku masih harus beradaptasi dengan kebijakan baru ini.
Sementara ditanya apakah ada penurunan omzet, dirinya mengaku tidak ada pengaruh.
"Ya belum ada ya. Karena ini kan belum ada hari libur lagi. Kalau saya ini malah akses di luar Malioboro, karena saya harus muter kalau antar anak saya ke sekolah," ungkapnya.
Baca juga: Pilpres Amerika Serikat (AS): Trump & Biden Saling Klaim Kemenangan, Inilah Prediksi Pasar Taruhan
Baca juga: Ini Rincian Sumbangan Dana Kampanye Paslon di Pilkada Klaten
Istimulani menjelaskan, anaknya kini sekolah di salah satu SMK Kecamatan Jetis. Sebelum adanya pemberlakuan rekayasa jalan ini, ia bisa mengakses jalan Ngampilan.
"Tapi sekarang saya harus ke Jalan Bhayangkara dulu, lalu ke Samsat dan baru bisa ke Jetis," ungkap pedagang pakaian daster ini.
Harapannya, pemerintah Kota Yogyakarta dan pemerintah DIY dapat segera memutuskan adanya keluhan dari beberapa masyarakat.
Selain Istimulani, pedagang lain bernama Ida Hidayah juga menyampaikan keluhannya.
Ia meminta agar salah satu sirip Malioboro agar dibuka untuk akses droping barang dan mobilitas pedagang yang sewaktu-waktu dibutuhkan.
Baca juga: Dalang Senior Sebelum Ki Seno Nugroho, Ada Ki Manteb Soedharsono, Ki Anom Suroto dan Ki Narto Sabdo
Baca juga: Longsor di Patuk Gunungkidul, Akses Jalan Warga Setempat Sempat Terblokir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pedagang-malioboro-411.jpg)