Komoditas Perguruan Tinggi Sumbang Inflasi Terbesar di Yogyakarta

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Kota Yogyakarta pada Bulan Oktober 2020 mengalami inflasi sebesar 0,08 persen.

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
centralfutures.com
Ilustrasi: Inflasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Kota Yogyakarta pada Bulan Oktober 2020 mengalami inflasi sebesar 0,08 persen.

Dari sana tercatat, laju inflasi kalender (Oktober 2020 terhadap Desember 2019) sebesar 0,78 persen dan laju inflasi year on year (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019) sebesar 1,51 persen.

Kepala BPS DIY Heru Margono menjelaskan kelompok yang memberikan andil inflasi dan deflasi terbesar di Yogyakarta yakni kelompok makanan yang mengalami deflasi sebesar -0,32 persen.

Sementara inflasi terbesar andilnya dari kelompok pendidikan tinggi sebesar 0,13 persen.

Sementara dari sisi sisi komoditas, andil deflasi paling besar terjadi pada telur ayam ras sebesar -0,12 persen dan diikuti diikuti daging ayam ras sebesar -0,07 persen.

Baca juga: DPRD DI Yogyakarta Dukung Bentor Tetap Beroperasi Saat Penerapan Semi Pedestrian Malioboro

Baca juga: Kepastian UMK Kota Yogyakarta 2021 Dibahas Pekan Ini

"Komoditas perguruan tinggi mengalami inflasi yang paling besar yakni 0,13 persen dan angkutan udara memberikan andil inflasi sebesar 0,07 persen. Kita tahu bahwa pada bulan oktober sudah dimulai perkulihan, sehingga perguruan tinggi, memberikan dampak pada inflasi di Yogyakarta," ujarnya Senin (2/11/2020).

Heru melihat perkembangan tingkat inflasi dari bulan ke bulan, inflasi juga terjadi pada bulan September lalu sebesar 0,03 persen.

Namun di dua bulan sebelumnya, Yogyakarta mengalami deflasi. Yakni pada bulan Juli deflasi 0,08 persen sementara pada Agustus deflasi sebesar -0,04 persen.

Baca juga: Gelombang Tinggi Sebabkan Abrasi di Sepanjang Pantai Selatan Kulon Progo

Baca juga: Selain Umbul Ponggok, Umbul Pelem di Klaten Juga Kembali Ditutup Setelah Ada Temuan Kasus Covid-19

Lebih lanjut Heru menjelaskan bahwa dari perhitungan indeks harga konsumen (IHK) di 90 kota yang ada di Indonesia, sebanyak 66 kota mengalami inflasi dan 24 kota IHK mengalami deflasi.

Di mana inflasi tertinggi ada di Sibolga sebesar 1,04 persen sementara inflasi terendah di Jember, Bekasi, Cirebon, DKI Jakarta yakni sebesar 0,01 persen.

Sedangkan dari 24 kota yang mengalami deflasi, yaitu tertinggi di Manokwari sebesar -1,81 persen sementara Surabaya tercatat mengalami deflasi yang paling rendah yakni -0,02 persen. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved