Wisatawan Mulai Berdatangan ke Borobudur, Kapasitas Maksimal 3.500 Per Hari

Situasi di Candi Borobudur terpantau cukup ramai, meski tak seramai hari biasa di luar masa pandemi.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Rendika Ferri K
Situasi di Candi Borobudur terpantau cukup ramai, meski tak seramai hari biasa di luar masa pandemi, Rabu (28/10/2020). Libur panjang ini menjadi momen untuk wisatawan dari berbagai daerah berwisata ke sini. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Situasi di Candi Borobudur terpantau cukup ramai, meski tak seramai hari biasa di luar masa pandemi.

Libur panjang ini menjadi momen untuk wisatawan dari berbagai daerah berwisata ke sini.

Meski demikian, PT Taman Wisata Candi Borobudur tetap memberlakukan pembatasan jumlah wisatawan, disinfeksi sarana prasarana, dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

General Manager Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), I Gusti Putu Ngurah Sedana, mengatakan, di hari pertama, sudah mulai bermunculan wisatawan di masa libur panjang.

Terlihat dari arus kendaraan menuju candi yang padat.

"Pengunjung dari pantauan di pintu mengalir lancar, tidak menutup kemungkinan banyak wisatawan ke sini. Banyak laporan menuju Borobudur macet. Bisa langsung ke candi dan mengunjungi tempat wisata di kawasan borobudur," katanya, Rabu (28/10/2020).

Baca juga: Upah Minimum Batal Naik, Disnakertrans DI Yogyakarta Siapkan Program TKM

Baca juga: Namanya Dicatut Dalam Kasus Penipuan, PT Garuda Mitra Sejati Layangkan Laporan ke Polda DIY

Kendati sudah mulai ramai, pihaknya tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.

Wisatawan yang datang wajib mencuci tangan, menjaga jarak dan mengenakan masker.

Petugas juga mengecek suhu tubuh dari wisatawan yang datang.

Setiap istirahat pukul 11.30-13.00, pengelola melakukan pembersihan sarana dan prasarana di dalam taman. Seluruh fasilitas di taman wisata Candi Borobudur disemprot disinfektan dan dibersihkan.

"Pukul 11.30-13.00, istirahat dan tutup sementara, karena sesuai dengan protokol kesehatan kegiatan istirahat itu untuk membersihkan sarprasnya. Protokol kesehatan mulai dari cuci tangan, lantai desinfektan, pengelapan area yang dilalui pengunjung, tiang-tiang di gazebo, Tempat duduk kita sterilkan semua. Harapan pengunjung berikutnya sudah bersih dan tak ada lagi bekas pengunjung pertama datang di pagi hari," katanya.

Selain itu, di masa libur panjang ini, rapid test dilaksanakan di objek wisata Candi Borobudur.

Rapid dan swab test ini ditujukan kepada wisatawan yang notabene banyak berdatangan dari luar daerah ke Candi Borobudur.

"Itu salah satu juga instruksi dari ketua gugus tugas provinsi untuk objek wisata di jateng diwajibkan untuk mengadakan rapid test atau swab untuk menghindari klaster baru. Karena ini kan banyak dari zona merah ke sini. Kemarin sudah diadakan rapat dengan kadinas kesehatan, objek wisata terutama borobudur dilaksanakan rapid dan swab yang akan masuk," tuturnya.

Baca juga: Dinkes Kabupaten Magelang Gelar Rapid Test di Posko Terpadu Terminal Muntilan dan Secang

Baca juga: Buat Inovasi Bioteknologi, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Raih Dua Medali di Kompetisi Nasional

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved