Buat Inovasi Bioteknologi, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Raih Dua Medali di Kompetisi Nasional

Mahasiswa Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta) kembali meraih prestasi pada Kompetisi Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
IST
Sedotan Bio Straw karya mahasiswa UNISA Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mahasiswa Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta) kembali meraih prestasi pada Kompetisi Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (KMM), sebuah program yang diselenggarakan Asosiasi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AST-PTM).

Program ini ditujukan untuk meningkatkan kreativitas, penalaran, dan kompetensi mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).

Pada kompetisi nasional yang bertema Sains dan Teknologi untuk Memajukan Indonesia dan Mencerahkan Semesta ini, UNISA Yogyakarta meraih 1 medali emas dan 1 medali perunggu. 

Prestasi tersebut diraih oleh mahasiswa Bioteknologi Fakultas Sains dan Teknologi.

Baca juga: Kantor Baru PDIP DI Yogyakarta Diharapkan Jadi Rumah Bagi Rakyat

Baca juga: Dinkes Kabupaten Magelang Gelar Rapid Test di Posko Terpadu Terminal Muntilan dan Secang

Adapun karya yang meraih medali emas adalah penelitian dengan judul 'Analisis Kekerabatan Filogenomik untuk Desain Primer SARS-CoV-2 Indonesia In Silico'. Penelitian tersebut dilakukan oleh dua mahasiswa Bioteknologi atas nama Tsania Tazkia Nabila dan Ata Rofita Wasiati.

Terkait penelitian ini, dosen Bioteknologi UNISA Yogyakarta, Annisa Khumaira, SP, MBiotech menjelaskan Indonesia perlu memasifkan deteksi molekuler Covid-19 menggunakan metode PCR.

"Salah satu komponen yang penting pada metode tersebut adalah primer yang harus didesain spesifik terhadap gen target. Guna mendapatkan primer yang spesifik terutama untuk clade SARS-CoV-2 Indonesia maka dilakukan analisis kekerabatannya dengan metode maximum likelihood," ungkapnya, Rabu (28/10/2020).

Sebanyak 38 data virus dalam database GISAID dikumpulkan. Konstruksi topologi maximum likelihood menggunakan model substitusi GTR (General Time-Reversible).

Diperoleh hasil terdapat lima clade SARS-CoV-2 yang berada di Indonesia yaitu L, G, GH, GR, dan O. Beberapa sekuens SARS-CoV-2 Indonesia berkerabat dekat, baik yang berada di provinsi sama maupun berbeda.

Sekuen oligonukleotida primer diambil dari tiga gen (RdRp, S, N) yang dijadikan target pada protokol WHO. Ketiga primer memenuhi parameter dan hasilnya lebih baik dibandingkan dari daftar primer serta probe yang diterbitkan oleh CDC 2020.

Sementara, karya yang meraih medali perunggu adalah inovasi Bio tools dan Bio Straw yang merupakan produk peralatan makan sekali pakai yang terbuat dari bahan gandum dan katul. Setelah dipakai, produk ini bisa langsung dimakan.

Baca juga: MTs Negeri 6 Bantul Terpilih Menjadi Instansi Terbaik Pelayanan Inovasi Pembelajaran Kemenag Bantul

Baca juga: Dinkes Kabupaten Magelang Gelar Rapid Test di Posko Terpadu Terminal Muntilan dan Secang

Menurut perwakilan dari tim mahasiswa Bioteknologi yang mengerjakan projek tersebut, Panji Agung Nugroho, tujuan dari produksi Bio tools adalah untuk menyediakan pilihan peralatan makan sekali pakai yang dapat mengurangi penggunaan plastik dan styrofoam.

"Proses pembuatannya diawali dengan pembuatan adonan, pencetakan menjadi bentuk alat, pengovenan, dan pengemasan sekali produksi dibutuhkan sekitar 2 jam," terang Panji.

Sedangkan, produk lainnya yang bernama Bio straw merupakan sedotan ramah lingkungan yang terbuat dari tepung kanji singkong.

Panji menuturkan, dengan produk ini masyarakat bisa mengurangi sampah sedotan plastik karena bahan yang dibuat juga terbuat dari bahan alami yang tidak menimbulkan polusi sampah. (uti)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved