Human Interest Story
Cerita Sabar Gorky, Pria Asal Solo dengan Satu Kaki Taklukan Tiga Puncak Tertinggi di Dunia
Sabar Gorky adalah salah satu bantahan tanpa kata-kata bila ada anggapan hanya ada ketidakberdayaan dalam keterbatasan fisik.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
Selain itu, Sabar pun mendapat kesempatan untuk mengikuti eksebisi PON panjat tebing 1996 di Jakarta dengan pencapaian waktu 11 detik, dan mewakili Indonesia di World Cup Para Climbing di Chuncheon, Korea Selatan tahun 2009 dengan meraih medali emas.
Momen ini menurutnya menjadi satu yang terbaik dalam hidupnya seusai berhasil mengibarkan bendera Indonesia di negeri orang.
"Berkesempatan tampil di negeri orang dan mengibarkan bendera merah-putih, itu rasanya campur aduk sampai menangis saya. Itu medali medali emas pertama di dunia untuk panjat tebing. Karena di situ saya merasa sebagai orang asing, yang nggak bisa apa-apa, dan pandangan mereka kepada saya itu seperti orang yang terbuang," ujar Sabar.
"Ternyata kalau sudah bisa mengibarkan merah-putih di negara orang itu rasanya tidak bisa dibayangkan," imbuhnya.
Mengenai nama Gorky yang tersemat di belakang nama aslinya, Sabar menjelaskan bahwa julukan itu diberikan oleh staf Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Federasi Rusia, Hamid Awaludin.
Nama ini diberikan saat Sabar baru saja berhasil mencapai puncak Mt. Elbrus, 17 Agustus 2011.
"Gorky diambil dari bahasa Rusia yang berarti pahit. Tapi saya memaknainya, dibalik kepahitan ada sebuah kesuksesan," kata Sabar.
Sedianya, pada tahun ini Sabar Gorky berencana mencapai salah satu puncak paling ekstrim di dunia yakni Vinson Massif yang berada di Kutub Selatan.
Vinson Massif di Antartika merupakan satu dari tujuh puncak dunia yang dikenal dengan istilah Seven Summits, selain Kilimanjaro (Afrika), Kosciuszko (Australia), Carstensz Pyramid (Oceania), Everest (Asia), Elbrus (Eropa), Gunung McKinley (Amerika Utara), dan Aconcagua (Amerika Selatan).
Baca juga: Peringati Sumpah Pemuda, 1.000 Bendera Merah-Putih Dikibarkan di Watu Gendong Ngawen
Baca juga: BPPTKG : Perlu Perda Sebagai Landasan Hukum Pelaksanaan WLPB
Namun rencana tersebut urung terlaksana karena adanya pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia.
"Suatu ekspedisi itu bukan bicara sampai titik puncaknya. Tapi berangkatnya selamat, pulangnya selamat," pesan Sabar Gorky.
BIODATA
Nama Lengkap: Sabar Gorky
Tempat, Tanggal, Lahir: Solo, 9 September 1968
Prestasi :
- Mencapai puncak Gunung Carstensz (4.884 mdpl), Papua, gunung tertinggi di Oseania, 17 Agustus 2015
- Peringkat empat besar dunia dalam World Championship Difable Climbing Competition, 12-16 September 2012, di Bolevard Berci, Paris, Prancis
- Mendapatkan kehormatan untuk menjadi pemegang obor ASEAN Paragames VI yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, pada Desember 2011
- Mencapai puncak Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl), gunung tertinggi di Afrika, 13 November 2011
- Mencapai puncak Gunung Elbrus (5.642 mdpl), gunung tertinggi di Eropa, 17 Agustus 2011
- Peraih medali emas Kejuaraan Panjat Dinding Asia di Chuncheon, Korea Selatan tahun 2009. (Han)