Penanganan Covid
Badan Otorita Borobudur Bantu Pengelola Wisata Agar Siap Menerapkan AKB
Badan Otorita Borobudur (BOB) turut mempersiapkan berbagai upaya bagi para pengelola destinasi wisata ketika memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (AK
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Otorita Borobudur (BOB) turut mempersiapkan berbagai upaya bagi para pengelola destinasi wisata ketika memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).
Sebelumnya, BOB melakukan berbagai pendampingan dan pelatihan mulai 19-26 Oktober 2020.
Deputi Bidang Sumberdaya dan Kelembagaan Kemenparekraf RI, Wisnu Bawa mengatakan pada masa pandemi saat ini cara untuk menarik wisatawan agar datang ke destinasi wisata dengan mengutamakan kebersihan sehingga perlu dipersiapkan mulai dari sekarang.
"Ketika wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) datang ke Kulon Progo, para pengelola wisata harus siap dengan prosedur protokol kesehatannya. Sekarang tinggal pengelola destinasi wisata mengimplementasikannya," katanya Selasa (27/10/2020).
Baca juga: Sederet Fakta di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda yang Diperingati Setiap Tanggal 28 Oktober
Baca juga: Pencairan Subsidi Gaji Gelombang 2 dan Penetapan Upah Minimum 2021
Baca juga: Update Virus Corona di Indonesia Selasa 27 Oktober 2020, Kasus Baru Tambah 3.520, Total jadi 396.454
Sehingga untuk mewujudkan itu, Kemenparekraf memiliki program sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Sustainability and Enviromental) yang diberikan kepada para pengelola wisata baik hotel, restoran dan travel yang diberikan kesempatan untuk melakukan sertifikasi.
"Mudah-mudahan awal November sudah berjalan. Pemenang lelang dan pedoman sudah ada. Bahkan auditory sudah siap dimana nantinya akan diberikan kepada 8865 titik usaha pariwisata dan destinasi wisata. Karena tujuannya untuk menumbuhkan kepercayaan dari wisatawan yang berkunjung di seluruh destinasi wisata," ucapnya.
Selain itu, agar destinasi wisata dapat bertahan, kemenparekraf juga memiliki program quality tourism yang membuat wisatawan yang datang dapat lebih lama tinggal serta lebih banyak mengeluarkan uang.
Untuk mewujudkan program tersebut caranya dengan memberikan pengalaman kepada para wisatawan.
"Ini penting karena jika wisman dan wisnus berkunjung ke destinasi wisata, mereka mendapatkan pengalaman destinasi unik dan mengesankan sehingga mau tidak mau mereka akan datang kembali," katanya.
Selain itu untuk mempromosikan suatu destinasi wisata dengan tetap memanfaatkan teknologi digital misalnya media sosial.
"Sekarang ada virtual tour. Itu saya pikir bagus karena untuk memberikan pengetahuan kepada semua calon pengunjung agar mereka memahami tujuan wisata yang akan mereka tuju. Ketika mereka datang kesitu sehingga kesempatan kita untuk memberikan mereka pengalaman yang unik dan mengesankan," ucapnya.
Selain itu, Kemenparekraf juga optimis dengan adanya libur panjang yang jatuh pada Rabu (28/10/2020) sampai dengan Minggu (1/11/2020) dapat meningkatkan wisatawan yang datang ke destinasi wisata.
"Adanya libur panjang kita optimis berharap wisatawan akan berdatangan karena saya pikir mereka yang ada di perkotaan sudah sangat rindu sekali dengan suasana wisata alam. Sehingga destinasi yang berkaitan dengan alam akan kita dorong," tutur Wisnu.
"Selain itu dalam waktu dekat saya yakin 2021 secara bertahap kalau seandainya destinasi wisata dibuka dapat mendatangkan wisatawan semakin banyak. Karena menurut survei hampir 70 persen mereka merindukan Indonesia sebagai destinasi wisata," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bob-27102020.jpg)