Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Kebangkitan Sektor Ekraf

Sektor ekonomi kreatif (ekraf) menjadi salah satu industri yang cukup potensial untuk dikembangkan di Yogyakarta.

IST
Suasana diskusi bertema Membangun Optimisme Pelaku Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sektor ekonomi kreatif (ekraf) menjadi salah satu industri yang cukup potensial untuk dikembangkan di Yogyakarta.

Sebabnya, selain dikenal sebagai kota pariwisata, pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di Kota Gudeg maupun DIY secara umum cukup bergantung pada sektor tersebut.

Hanya saja, pandemi Covid-19 yang berdampak pada semua lini terutama pada sektor riil membuat sejumlah kalangan terutama pelaku ekraf dan praktisi mulai berpikir ulang terkait skema bisnis yang mampu bertahan dan beradaptasi pada setiap tantangan usaha.

Mau tidak mau, adaptasi, penyesuaian dan perubahan harus dilakukan untuk menangkap peluang yang ada.

Baca juga: Peringatan BMKG : Sabtu Akhir Pekan Ini, Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Berikut

Baca juga: BERITA TIMNAS U-19 : Skuat Garuda Nusantara Asuhan Shin Tae-yong Bakal Lanjutan TC ke Yogyakarta

Hal itu mengemuka dalam diskusi terbatas di sela peresmian Omah Kreasi Centre Yogyakarta dengan tema Membangun Optimisme Pelaku Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jumat (23/10/2020) siang.

Hadir pula Farid Stevy Asta, praktisi ekraf; perwakilan beberapa kementerian, dan juga Badan Otorita Borobudur dalam kesempatan itu.

Farid mengatakan, saat ini seluruh lini di sektor ekraf harus berubah dan menyesuaikan diri dengan adanya pandemi.

Namun, belum semua subsektor di industri ekraf yang melihat pandemi sebagai peluang untuk beradaptasi dan berbenah untuk menghadapi tantangan ke depan, terkhusus di sektor showbiz.

“Sekarang memang sudah banyak teman-teman di dunia kreatif yang berbenah dan mulai bergerak serta mau berubah untuk bertahan di masa pandemi. Ya harus dilakukan meski pelan-pelan, tapi masih ada yang belum bisa bergerak terutama di bidang showbiz,” ungkap Farid yang juga dikenal sebagai vokalis band FSTVLST ini.

Pendiri Omah Kreasi Center Yogyakarta, Khoirun Nisa menyatakan, Yogyakarta memiliki peluang yang cukup besar untuk mengembangkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis digital.

Di sisi lain, Yogya juga memiliki potensi sumber daya manusia (SDM) dan sejumlah praktisi yang handal di berbagai subsektor ekraf seperti film, animasi, seni dan desain grafis, kerajinan hingga kuliner dan UKM.

”Jogja itu merupakan pusat kebudayaan, pariwisata, pendidikan hingga ekonomi kreatif. Dan di sisi lain tingginya kualitas SDM juga terbukti lewat indeks pembangunan manusianya yang berada di peringkat kedua setelah Jakarta,” ucapnya.

Dirinya mengaku tertarik untuk mendirikan yayasan ini di Kota Gudeg yang sudah terbentuk komunitas digitalnya.

Baca juga: VIRAL Kisah Cinta Kakek 78 Tahun dengan Gadis Belia di Subang, Awal Kenalan Hingga ke Pelaminan

Baca juga: Jam Berapa Sholat Dhuha? Berikut Niat, Tata Cara, dan Doa Sholat Dhuha

Melalui cara ini, Khoirun Nisa berharap dapat mewujudkan mimpinya, membangun Pusat Studi Kajian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berbasis teknologi informasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved