KPU Sleman Fasilitasi Kampanye dengan Debat Publik

Ketua KPU Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi mengatakan tujuan debat publik adalah agar masyarakat dapat lebih mendalami visi dan misi Paslon.

TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman memfasilitasi tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Sleman 2020 untuk kampanye dengan debat publik.

Ketua KPU Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi mengatakan tujuan debat publik adalah agar masyarakat dapat lebih mendalami visi dan misi Paslon.

Sehingga saat pemungutan suara 9 Desember mendatang, masyarakat dapat memilih paslon yang dinilai sesuai.

Rencananya debat publik Pilkada Sleman 2020 akan diadakan dalam tiga sesi, yaitu pada 30 Oktober, 5 November, dan 12 November 2020.

"Ini salah satu bentuk fasilitasi kampanye yg dilakukan oleh KPU. Fasilitasi kampanye itu ada APK, bahan kampanye, dan media massa salah satunya televisi, menggunakan saraan debat publik. Debat publik yang akan mendalami visi misi paslon,"katanya, Kamis, (22/10/2020).

Baca juga: KPw BI DIY Bersama BPD DIY Dorong Pemkab Kulon Progo Kembangkan Digitalisasi Daerah

Baca juga: Aparat Gabungan DI Yogyakarta Siap Berjaga di 64 Titik Wisata Saat Libur Panjang 

Ia berharap tiga paslon dapat mengikuti debat publik, agar masyarakat semakin mengenal bupati dan wakil bupati Sleman setelah dilantik.

Jika Paslon tidak bisa hadir, harus ada keterangan dan bukti tertulis.

"Kalau tidak mengikuti (debat publik) karena sakit misalnya, bisa menyampaikan surat keterangan dari pihak terkait. Kalau tidak bisa hadir ada bukti tertulisnya,"sambungnya.

Trapsi melanjutkan, debat sesi pertama ditujukan untuk calon bupati, sedangkan debat sesi kedua akan ditujukan untuk calon wakil bupati, dan sesi ketiga ditujukan untuk paslon, calon bupati dan wakil bupati.

Pihaknya juga telah mempersiapkan tema yang akan menjadi materi debat. Pada sesi pertama akan membahas mengenai reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

Baca juga: Tolak Omnibus Law, Aliansi Mahasiswa UGM Gelar Kemah di Kawasan Kampus

Baca juga: Brigjen TNI Ibnu Bintang Banyak Memberi Inspirasi dan Siap Bersinergi dengan Tribun Jogja

Sesi kedua membahas pengembangan potensi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Untuk sesi ketiga akan membahas tentang keterlibatan stakeholder dalam pembagunan daerah yang akan diikuti paslon,"lanjutnya.

Dengan adanya pandemi COVID-19, peserta yang hadir di studio akan dibatasi. Debat publik hanya diikuti oleh paslon, lima anggota KPU Sleman, dua anggota Bawaslu Sleman, dan empat orang tim pemenangan paslon.

Untuk itu, ia mengimbau para paslon dan tim pemenangan untuk tidak membawa massa, sesuai dengan regulasi dan protokol kesehatan.

Selain larangan membawa massa, ia juga meminta paslon untuk tidak membawa alat peraga kampanye (APK) dan dilarang menyanyikan yel-yel. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved