Bupati Badingah: Baca Buku Hilangkan Rasa Bosan Saat Pandemi

Badingah mengatakan buku berbentuk fisik masih dibutuhkan keberadaannya. Apalagi saat pandemi COVID-19 seperti ini

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Alexander Ermando
Bupati Gunungkidul Badingah (kanan) bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Gunungkidul Ari Ridlo (kiri) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Bupati Gunungkidul Badingah secara simbolis meluncurkan Gerakan Sajisaka (Satu Jiwa Satu Pustaka) pada Kamis (22/10/2020).

Gerakan ini berupaya menggalang donasi buku dari masyarakat.

Badingah mengatakan buku berbentuk fisik masih dibutuhkan keberadaannya.

Apalagi saat pandemi COVID-19 seperti ini, yang mana bisa dimanfaatkan secara maksimal.

"Membaca buku jadi salah satu solusi untuk menghilangkan rasa bosan selama di rumah saat pandemi seperti ini," katanya di Rumah Dinas Bupati Gunungkidul, Wonosari.

Mengikuti pepatah lama, Badingah menyebut buku sebagai jendela dunia.

Baca juga: Tolak Omnibus Law, Aliansi Mahasiswa UGM Gelar Kemah di Kawasan Kampus

Baca juga: Tingkatkan Donasi Buku, Pemkab Gunungkidul Luncurkan Gerakan Sajisaka

Sebab tanpa harus keluar rumah pun, pembacanya bisa tetap "menjelajah" tanpa harus keluar dari rumah.

Ia pun turut menyorot tingkat literasi masyarakat yang cenderung stagnan, bahkan menurun.

Menurutnya, masyarakat saat ini lebih menyukai hal yang bersifat instan dalam mendapatkan informasi, sebagai dampak dari kemajuan teknologi komunikasi saat ini.

Namun Badingah menganggap justru kemajuan teknologi perlu dijadikan peluang untuk menumbuhkan literasi informasi.

Caranya dengan terus berinovasi dan berkreasi agar masyarakat makin bijak dalam menerima informasi.

"Kalau sudah terliterasi, mereka tak akan mudah terpapar informasi yang bersifat menyesatkan dan tidak benar," ujar Badingah.

Terpisah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Gunungkidul Ali Ridlo mengatakan konsep donasi buku ini sudah diinisiasi sejak 2016.

Baca juga: Brigjen TNI Ibnu Bintang Banyak Memberi Inspirasi dan Siap Bersinergi dengan Tribun Jogja

Baca juga: Banyak Kerumunan, Satpol PP DI Yogyakarta Beri Teguran Lisan Kepada Bank Penyalur Banpres

Setiap tahunnya, ada hibah buku yang diberikan ke sejumlah perpustakaan komunitas.

Namun mulai 2019 lalu, pihaknya kewalahan dalam memenuhi permintaan.

Sebab hibah buku yang tersedia tak sebanding dengan permohonan buku yang semakin meningkat.

"Itu sebabnya kami gerakkan kembali donasi buku lewat program Sajisaka ini," kata Ali.

Lewat Sajisaka, Dispussip Gunungkidul menargetkan minimal 500 eksemplar buku didonasikan dari masyarakat dan berbagai lembaga.

Donasi dilakukan melalui kotak khusus yang ditempatkan di 5 lokasi strategis.

Bagi mereka yang ingin mendonasikan buku namun jauh dari 5 lokasi tersebut, Ali mengatakan pihaknya siap jemput bola.

Nantinya akan ada tim yang mengambil buku-buku hasil donasi dan mendistribusikannya ke lokasi yang membutuhkan.

"Ada 10 perpustakaan komunitas binaan yang menjadi sasaran penerima dari program Sajisaka ini," ujarnya. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved