Rawat Toleransi, Kyai Masrur Silaturahmi Ke Paroki Pakem
Kyai Masrur diterima Rm Insaf Santosa Pr dan Rm Antonius Banu Kurnianto Pr, serta sejumlah pengurus Paroki Pakem.
Selain soal keberagaman dan toleransi, ACH juga menceritakan pengalamannya mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Tridadi Makmur, yang mengelola restoran Puri Mataram.
Pada pertemuan tersebut, beberapa peserta permuan mengungkapkan uneg-uneg dan harapannya.
Salah satunya Sugiyatno yang mengeluhkan soal rendahnya harga komoditas pertanian yang berakibat pada kesejateraan petani.
"Tolong, Pak. Kalau njenengan besok jadi (bupati). Nasib petani tolong diperhatikan biar bisa sejahtera," harap Sugiyato.
Menanggapi keluhan Sugiyatno, DWS menyatakan pihaknya akan mengkaji solusi agar petani khususnya di wilayah Sleman barat yang merupakan daerah lumbung pangan bisa mendapatkan penghasilan tambahan.
Selain Sugiatno, ada pula Rini, yang mengeluhkan banyaknya anak- anak muda dan remaja yang terseret pergaulan dan terlibat perilaku yang tidak baik seperti klithih maupun melakukan kerusuhan di tempat mahasiswa melakukan demonstrasi.
"Jangan khawatir, Bu. Ada Mas Agus (ACH) yang sudah sangat berpengalaman di kegiatan- kegiatan Karang Taruna. Jadi kami yakin, bisa memecahkan persolan anak- anak kita tersebut. Akan kami kaji program - progam pemberdayaan generasi muda agar tidak terseret kepada hal- hal negatif tersebut," tambah DWS.
Pada kesempatan tersebut DWS juga menyatakan bahwa pembangunan daerah Sleman kedepan harus benar- benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Untuk memastikan hal tersebut berjalan, segala bentuk pembangunan khusunya di pedesaan harus diusulkan dari masyarakat. Jangan lagi ada pembangunan yang mubazir," tandas DWS. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengasuh-pp-salafiah-al-qodir.jpg)