Rawat Toleransi, Kyai Masrur Silaturahmi Ke Paroki Pakem
Kyai Masrur diterima Rm Insaf Santosa Pr dan Rm Antonius Banu Kurnianto Pr, serta sejumlah pengurus Paroki Pakem.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pengasuh PP Salafiah Al Qodir, Tanjung, Wukirsari, Cangkringan, KH Masrur Ahmad MZ bersilaturahmi ke pengurus Paroki Pakem di Gereja Santa Maria Assumpta di Dusun Sukunan, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Selasa (20/10/2020).
Pada kesempatan tersebut, Kyai Masrur diterima Rm Insaf Santosa Pr dan Rm Antonius Banu Kurnianto Pr, serta sejumlah pengurus Paroki Pakem.
Kepada Romo Insap Santosa, Kyai Masrur menyatakan silaturahmi tersebut dalam rangka merawat toleransi dan persaudaraan antar umat beragama, khususnya yang berada di Sleman.
Menurut Kyai Masrur, suhu politik yang memanas jelang kontestasi Pilkada Sleman 9 Desember 2020 mendatang rawan menimbulkan hal- hal yang dapat mengganggu toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Sleman.
"Toleransi dan kerukunan bisa terjaga bila antar umat beragama bisa saling menyapa, silaturahmi. Selanjutnya, keakraban yang terjalin akan memunculkan kerjasama yang pada akhirnya menghasilkan manfaat bagi umat," ujar kyai Masrur.
Kyai Masrur mencontohkan, pihaknya sering bekerjasama dengan pihak Paroki Pakem setiap memperingati Hari Pangan.
"Kerjasama dalam hal seperti itu bukan hanya harus dipertahankan. Tapi harus dipertajam. Ojo nganti umat kaliren," tambah Kyai Masrur.
Dilain pihak, Romo Banu berharap, Pilkada Sleman kali ini dapat menghasilkan pemimpin yang paham penataan wilayah dan berpihak pada petani kecil.
"Wilayah Pakem dan sekitarnya seperti Cangkringan merupakan kawasan pertanian. Banyak umat yang bekerja menjadi petani. Untuk itu, nasib dunia pertanian, khususnya para petani kecil harus benar- benar diperhatikan," kata Romo Banu.
Paparkan Visi Misi
Sebelumnya, pasangan Calon Bupati - Wakil Bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya - R. Agus Cholik (DWS-ACH) memaparkan visi dan misinya di depan umat Katolik Paroki Klepu dan perwakilan masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) di Dusun Tugenen, Sumberagung, Moyudan Sleman, Minggu (18/10/2020).
Pada kesempatan tersebut, DWS mengemukakan keinginannya mengintensifkan kembali penataran P4 dalam rangka merawat toleransi di Sleman bila dirinya dan ACH mendapat amanah untuk memimpin Sleman.
"Kembali saya tekankan, tanpa adanya kedamaian dan kerukunan di masyarakat Sleman, program pembangunan sebaik apapun tidak akan bisa berjalan," kata DWS.
Sedangkan ACH menegaskan pernyataan DWS tersebut, bahwa dirinya sudah diperintahkan para kyai NU untuk memastikan keberagaman dan toleransi di Sleman berjalan dengan baik.
"Ibarat seperti tentara, kalau di NU itu dhawuh kyai itu harus dilaksanakan. Harus siap," timpal ACH sambil berkelakar yang disambut tawa hadirin.
Selain soal keberagaman dan toleransi, ACH juga menceritakan pengalamannya mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Tridadi Makmur, yang mengelola restoran Puri Mataram.
Pada pertemuan tersebut, beberapa peserta permuan mengungkapkan uneg-uneg dan harapannya.
Salah satunya Sugiyatno yang mengeluhkan soal rendahnya harga komoditas pertanian yang berakibat pada kesejateraan petani.
"Tolong, Pak. Kalau njenengan besok jadi (bupati). Nasib petani tolong diperhatikan biar bisa sejahtera," harap Sugiyato.
Menanggapi keluhan Sugiyatno, DWS menyatakan pihaknya akan mengkaji solusi agar petani khususnya di wilayah Sleman barat yang merupakan daerah lumbung pangan bisa mendapatkan penghasilan tambahan.
Selain Sugiatno, ada pula Rini, yang mengeluhkan banyaknya anak- anak muda dan remaja yang terseret pergaulan dan terlibat perilaku yang tidak baik seperti klithih maupun melakukan kerusuhan di tempat mahasiswa melakukan demonstrasi.
"Jangan khawatir, Bu. Ada Mas Agus (ACH) yang sudah sangat berpengalaman di kegiatan- kegiatan Karang Taruna. Jadi kami yakin, bisa memecahkan persolan anak- anak kita tersebut. Akan kami kaji program - progam pemberdayaan generasi muda agar tidak terseret kepada hal- hal negatif tersebut," tambah DWS.
Pada kesempatan tersebut DWS juga menyatakan bahwa pembangunan daerah Sleman kedepan harus benar- benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Untuk memastikan hal tersebut berjalan, segala bentuk pembangunan khusunya di pedesaan harus diusulkan dari masyarakat. Jangan lagi ada pembangunan yang mubazir," tandas DWS. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengasuh-pp-salafiah-al-qodir.jpg)